Siapa sih yang tidak bahagia atau terharu saat menyaksikan anak-anaknya mulai fasih membaca Alquran, apalagi mendapat nilai tertinggi dari pengajar? Itulah yang dialami para orangtua santri dan santriwati Rumah Qur’an Nurul Mustafa saat menghadiri pembagian raport periode kedua pada Minggu, (11/10/2026) di Rumah Qur’an Nurul Mustafa di Komplek Pondok Asas Residence Desa Bincau Muara, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.
MARTAPURA, koranbanjar.com – Pembagian raport menjadi momen spesial bagi para santri dan santriwati Rumah Quran Nurul Mustafa yang mengajarkan, membaca Alquran dengan metode Tilawati. Pembagian raport tak hanya dihadiri para santri, melainkan juga disertai para orangtua santri.
Bukan hanya itu, Rumah Qur’an Nuru Mustafa juga mengundang Ketua KPA Metode Tilawati Kabupapaten Banjar, Drs Sabri beserta istri, serta Penasihat Rumah Qur’an Nurul Mustafa, Denny Setiawan dan istri.
Momen pembagian raport diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran yang dikumandangkan qori kecil, Ahmad Nur Mustafa berusia 11 tahun. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, mulai dari sambutan Pengasuh Rumah Qur’an Nurul Mustafa, Ustad Ahmad Maulana,SPd, MPd, sambutan Penasihat Denny Setiawan dan sambutan Ketua KPA Metode Tilawati Kabupaten Banjar, Drs Sabri.

Dalam sambutan singkatnya, antara lain, Ustad Ahmad Maulana mengatakan, selain membagikan raport, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada santri dan santriwati yang berprestasi, mulai dari Juara 1, 2 dan 3 pada setiap tingkatan. Namun bagi santri yang tidak terpilih meraih juara, diharapkannya tidak berkecil hati. Karena pemberian penghargaan merupakan bagian dari motivasi terhadap setiap santri.
Hal senada juga dikemukakan Ketua KPA Metode Tilawati Kabupaten Banjar, Drs Sabri. Namun dalam kesempatan tersebut, Sabri juga memberikan gimik-gimik kepada para santri, berupa tantangan membaca hapalan surah-surah pendek. Hasilnya cukup memuaskan, setiap santri yang diminta maju ke depan, berhasil membacakan surah yang diminta dengan lancar. Untuk itu, Sabri dengan spontan memberikan hadiah uang tunai yang membuat para santri senang, bahkan rebutan ingin maju ke depan.

Sementara itu, Penasihat Rumah Qur’an Nurul Mustafa, Denny Setiawan hanya memberikan semangat kepada para santri dan santriwati agar sungguh-sungguh belajar Alquran. Dia juga berharap kepada orangtua santri untuk menjaga lingkungan anak-anaknya, agak kelak anak-anak didik menjadi ahli quran.
“Semoga anak-anak kita semua menjadi anak yang soleh dan solehah, menjadi ahli quran. Siapa tahu kelak, 10 atau 20 tahun ke depan, ada di antara anak-anak kita ini nanti yang menjadi qori dan qoriah yang mampu mengikuti ajang MTQ di tingat nasional maupun internasional,” ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan pembagian raport. Nah, di momen inilah, suasana bahagia bercampur haru menyelimuti para orangtua santri. Ada yang sangat bahagia, bahkan adapula yang terharu sambil menangis saat mendampingi anaknya ke depan meraih Juara 1.
Bukan hanya itu, momen pembagian raport ini juga disemarakkan dengan penampilan-penampilan anak-anak santri secara berkelompok melantunkan nyanyian-nyanyian yang menjadi penyemangat. (sir)













