Bank Kalsel Bersama Askrindo Jalin Kerja Sama Kontra Bank Garansi dan Penjaminan KUR

Penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus antara Bank Kalsel dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). (Foto: Bank Kalsel/Koranbanjar.com)

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) bersama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memperkuat sinergi strategis melalui penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus, yakni Kontra Bank Garansi dan Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Rabu (30/9/2026).

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Direktur Utama Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk menyasar dua sektor vital di Kalimantan Selatan secara simultan, yaitu percepatan pembangunan infrastruktur daerah serta perluasan akses permodalan bagi pelaku UMKM.

Dalam kerja sama tersebut, Askrindo menyediakan fasilitas Kontra Jaminan atas produk Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank Kalsel dengan potensi nilai mencapai Rp1 triliun.

Skema ini diperuntukkan bagi para kontraktor dan penyedia jasa konstruksi guna mendukung kelancaran proyek-proyek infrastruktur strategis yang bersumber dari APBD Provinsi Kalsel tanpa terbebani agunan kas (cash collateral) yang besar.

Mahelan menjelaskan, integrasi dua layanan penjaminan ini merupakan langkah konkret dalam menopang perekonomian daerah dari hulu ke hilir.

Layanan Kontra Bank Garansi difokuskan untuk mengamankan kelancaran dan akuntabilitas proyek skala besar, sementara penjaminan KUR hadir untuk memitigasi risiko penyaluran modal kerja bagi para pelaku usaha lokal yang layak bisnis namun memiliki keterbatasan agunan tambahan (feasible but not bankable).

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran Askrindo sebagai mitra penjamin terpercaya meningkatkan kepercayaan diri Bank Kalsel dalam mengekspansi portofolio pembiayaan daerah secara aman, sehat, dan prudent.

Melalui penandatanganan PKS ini, ekosistem keuangan dan pembangunan di Kalimantan Selatan diharapkan dapat tumbuh semakin efisien dan inklusif, serta mampu memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) bagi kemakmuran masyarakat Banua. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *