Tapin  

Dorong Petani Sawit Kotim Naik Kelas, BBPP Binuang Gelar Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi Pekebun Kelapa Sawit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Angkatan 1 dan 2. (Foto : BBPP Binuang)

Dalam upaya meningkatkan kompetensi serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan pekebun kelapa sawit rakyat agar dapat ‘naik kelas’, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi Pekebun Kelapa Sawit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Angkatan 1 dan 2.

PALANGKA RAYA, koranbanjar.com – Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 29 September s.d. 02 Oktober 2026, berlokasi di M Hotel Bahalap, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh 55 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Keseluruhan peserta terbagi dalam dua gelombang pelatihan, yakni Angkatan 1 sebanyak 28 orang dan Angkatan 2 sebanyak 27 orang.

Secara resmi, kegiatan pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., yang hadir dan memberikan arahan secara virtual.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Kepala BPPSDMP menekankan pentingnya inovasi pengolahan limbah kelapa sawit seperti tandan kosong dan limbah cair (POMAE) menjadi pupuk organik padat maupun cair demi efisiensi biaya operasional kebun.

“Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Untuk mempertahankan posisi strategis tersebut serta menjawab tantangan standar keberlanjutan global seperti ISPO dan EUDR, produktivitas kebun rakyat harus ditingkatkan,” kata Dr. Idha Widi Arsanti.

Pengolahan limbah menjadi pupuk organik ini menjadi kunci utama untuk menekan biaya produksi akibat tingginya harga pupuk kimia, sekaligus menyehatkan struktur tanah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Andi Amal Hayat Makmur, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang secara komprehensif, tidak hanya mencakup teori di dalam kelas tetapi juga praktik lapangan (field trip) ke Kelompok Tani Sumber Rejeki di Palangka Raya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengawalan program berkesinambungan bagi pekebun swadaya di wilayah Kalimantan.

“Sebelumnya, BBPP Binuang juga telah sukses menyelenggarakan pelatihan dengan materi yang sama bagi peserta yang berasal dari Kabupaten Barito Utara dan Barito Kuala. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan BPDP dalam meningkatkan kompetensi SDM pertanian, khususnya para pekebun sawit agar semakin efisien, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Andi Amal Hayat Makmur.

Dari jajaran pemerintah daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yepy Hartadi Priyanto, S.T., menyambut baik penguatan kapasitas para petani di wilayahnya.

Ia menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas SDM adalah fondasi bagi kemajuan sektor pertanian daerah.

“Cita-cita utama (ultimate goal) kita adalah membuat petani naik kelas. Naik kelas tidak hanya diukur dari peningkatan kuantitas hasil panen, tetapi juga peningkatan taraf pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran hukum melalui kepemilikan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB),” ungkap Yepy.

“Saat ini Pemkab Kotim bahkan telah mendata lebih dari 950 calon peserta untuk diusulkan pada program pelatihan SDM PKS berikutnya agar semakin banyak pekebun kita yang merasakan dampaknya,” tamhanya.

Dukungan senada turut disampaikan oleh Kepala Bidang Perbenihan dan Budidaya Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Jayan Wahyudi.

Pihaknya mengimbau para peserta untuk memanfaatkan momentum pelatihan ini guna memperkuat legalitas dan tata kelola kebun yang ramah lingkungan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendukung percepatan pendataan dan legalitas kebun rakyat melalui program KSPAN serta pengusulan pelepasan kawasan (TORA). Kepemilikan STDB dan penerapan teknologi pupuk organik berbasis limbah lokal ini adalah langkah nyata agar hasil produksi sawit rakyat memiliki kepastian harga dan daya saing tinggi sesuai prinsip kemitraan yang adil,” jelas Jayan Wahyudi.

Melalui sinergi terpadu antara Kementerian Pertanian, BPDP, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, para peserta Angkatan 1 dan 2 diharapkan tidak hanya membawa pulang sertifikat pelatihan, tetapi mampu menerapkan ilmu dan keterampilan baru di kebun masing-masing demi terwujudnya perkebunan kelapa sawit yang tangguh dan sejahtera.

(KA/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *