Tapin  

Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Resmi Ditutup, 30 Peserta Barito Kuala Siap Terapkan Ilmu di Lapangan

Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi Pekebun Sawit Tahun 2026 resmi ditutup. (Foto : BBPP Binuang)

Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi Pekebun Sawit Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari, mulai 23 hingga 27 Agustus 2026, di Kampus Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.

BINUANG, koranbanjar.com – Sebanyak 30 peserta asal Kabupaten Barito Kuala telah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran yang memadukan teori, praktik pembuatan pupuk, hingga kunjungan lapangan.

Pelatihan ini merupakan bentuk sinergi berkelanjutan antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Kementerian Pertanian melalui BBPP Binuang sebagai UPT di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Mengawali acara penutupan pada Kamis (27/8/2026), Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Pelatihan, Tota Totor Naibaho, S.P., M.P., menyampaikan laporan hasil evaluasi pelaksanaan pelatihan.

Berdasarkan rekapitulasi data evaluasi, indeks Daily Mood peserta mencapai 2,96, evaluasi kinerja Widyaiswara (WI) memperoleh nilai 4,60, tingkat penguasaan materi peserta berada di angka 3,87, dan indeks kepuasan penyelenggaraan meraih nilai 3,55. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berjalan sangat baik dan efektif sesuai target kompetensi.

Dalam sesi kesan dan pesan perwakilan peserta, Puji Wahono menyampaikan apresiasi mendalam atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan selama masa pelatihan.

“Kami sangat berterima kasih kepada BBPP Binuang atas fasilitas pelatihan yang diberikan sangat baik. Kami bertekad akan membagi ilmu dan keterampilan yang kami dapatkan ini di daerah kami masing-masing,” ungkap Puji.

Pelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Andi Amal Hayat Makmur, S.P., M.Si. Dalam arahannya, beliau memberikan dorongan semangat agar para purnawidya langsung bergerak menerapkan hasil pelatihan di tingkat lapangan.

“Saya ingin melihat 30 peserta ini berhasil. Saya berharap alumni peserta pelatihan tidak berhenti sampai di sini, semoga terus melanjutkan pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik,” tegas Andi Amal.

Rangkaian kegiatan penutupan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat serta pelepasan tanda pengenal secara simbolis kepada dua orang perwakilan peserta.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan dedikasi selama pelatihan, BBPP Binuang juga menyerahkan hadiah berupa satu unit mesin chopper (pencacah bahan organik) kepada peserta terbaik pelatihan, Tursiman.

Acara kemudian diakhiri dengan pembacaan doa, sesi foto bersama, serta pembagian sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta.

Melalui penutupan ini, 30 alumni asal Barito Kuala diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mengoptimalkan pemupukan organik demi keberlanjutan dan efisiensi perkebunan kelapa sawit rakyat.

(KA/NF/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *