BLSDM Komdigi dan JMSI Kalsel Siapkan Pelatihan AI hingga Keamanan Siber untuk Tingkatkan Kompetensi Insan Pers

Audiensi JMSI Kalsel bersama BLSDM Komdigi Banjarmasin, Senin (20/7/2026). (Foto: JMSI Kalsel/Koranbanjar.com)

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perubahan industri media. Menjawab tantangan tersebut, Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Banjarmasin bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Selatan mulai menjajaki kerja sama penyelenggaraan pelatihan di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber, pengembangan website, hingga literasi digital.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Penjajakan kolaborasi tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Aula BLSDM Komdigi Banjarmasin, Senin (20/7/2026).

Pertemuan dihadiri enam pengurus JMSI Kalimantan Selatan dan diterima langsung Kepala BLSDM Komdigi Banjarmasin, Syarifuddin, didampingi para Person in Charge (PIC) akademi beserta jajaran tim.

Dalam audiensi itu, BLSDM Komdigi memaparkan berbagai program pengembangan kompetensi digital yang telah berjalan, di antaranya Keterampilan Digital Dasar (KDD),

Pelatihan Aparatur Digital (PAD), program Micro Skill, serta Self Paced Learning (SPL). Berbagai program tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikolaborasikan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas perusahaan media siber dan insan pers di Kalimantan Selatan.

Kepala BLSDM Komdigi Banjarmasin, Syarifuddin, menegaskan pihaknya terbuka membangun sinergi dengan berbagai organisasi, termasuk JMSI Kalimantan Selatan, guna memperluas manfaat program pelatihan digital.

“Kami melihat banyak ruang kolaborasi yang dapat dibangun bersama JMSI Kalimantan Selatan. Selain tema-tema pelatihan yang telah tersedia, kami juga terbuka menyusun pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, termasuk menghadirkan narasumber sesuai bidang yang diperlukan. Harapannya, kerja sama ini mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi digital insan pers,” ujar Syarifuddin.

Sementara itu, Ketua JMSI Kalimantan Selatan, Anshari Yannoor, menilai peningkatan kompetensi digital merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi berita masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksi berita harus dipahami secara tepat agar mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.

Selain itu, kemampuan dalam pengelolaan website media, keamanan siber, serta literasi digital juga menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan media siber saat ini.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas peluang penyelenggaraan pelatihan tematik, pemanfaatan program Micro Skill, hingga kerja sama penyebarluasan informasi berbagai program BLSDM Komdigi melalui jaringan media siber yang tergabung dalam JMSI Kalimantan Selatan

Penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya program-program pelatihan yang mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia di industri media.

Dengan kompetensi digital yang semakin baik, insan pers diharapkan dapat menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi akurasi, etika, dan profesionalisme di era digital.

Kolaborasi antara BLSDM Komdigi Banjarmasin dan JMSI Kalimantan Selatan juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi digital di Banua, sekaligus mempersiapkan perusahaan media menghadapi tantangan transformasi digital yang terus berkembang. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *