Dislautkan Kalsel Ajak Warga Jaga Kebersihan Pantai Angsana Lewat Gerakan Indonesia ASRI

Kegiatan bersih-bersih Dislautkan Kalsel di Pantai Angsana, Tanah Bumbu. (Foto: MC Kalsel/Koranbanjar.com)

Menjaga kebersihan pantai tidak cukup hanya dengan mengandalkan kegiatan bersih-bersih, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan. Semangat inilah yang didorong Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan melalui kegiatan bersih-bersih pantai bersama masyarakat di Pantai Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

TANAH BUMBU, koranbanjar.com – Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah di kawasan pantai.

Kepala Dislautkan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, menegaskan bahwa menjaga kebersihan kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pantai tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Karena itu, upaya menjaga kebersihan pantai perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar melalui kegiatan sesaat.

“Melalui kegiatan bersih-bersih pantai ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir merupakan tanggung jawab kita semua. Pantai yang bersih tidak hanya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan potensi kelautan dan perikanan,” ujar Rusdi.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kelompok masyarakat setempat. Para peserta bergotong royong membersihkan kawasan pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan sampah di kawasan pantai sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Rusdi menekankan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan pantai tidak hanya ditentukan oleh banyaknya sampah yang berhasil dikumpulkan. Hal yang tidak kalah penting ialah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pesisir. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir dan para pengunjung pantai, untuk bersama-sama menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak mencemari laut,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, seperti mengurangi penggunaan plastik, mengelola sampah dengan baik, dan menjaga kebersihan kawasan pantai.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak.

Melalui kegiatan ini, Dislautkan Kalsel berharap Gerakan Indonesia ASRI semakin membudaya, khususnya dalam menjaga dan mengelola kawasan pesisir.

Lingkungan pantai yang bersih dan terawat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat serta menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan bagi generasi mendatang.

Dislautkan Kalsel menyatakan akan terus mendorong kepedulian terhadap lingkungan pesisir melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat, kelompok masyarakat, dan berbagai pihak terkait guna mewujudkan kawasan pesisir Kalimantan Selatan yang bersih, sehat, lestari, dan berkelanjutan. (mc/kbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *