BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Kalsel hingga 3 November, Hujan Petir dan Angin Kencang Mengintai

Ilustrasi hujan. (Foto: Koranbanjar.com)

Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir dan angin kencang yang diprakirakan terjadi hingga 3 November 2026. Selain ancaman hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi pasang air laut maksimum mencapai 3 meter di sejumlah wilayah perairan Kalsel.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Peringatan tersebut dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Prospek Cuaca Mingguan wilayah Kalimantan Selatan periode 28 Oktober hingga 3 November 2026, yang diperbarui pada Selasa (27/10/2026).

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin, Ota Welly Jenny Thalo, melalui prakirawan Rianita Sekar Utami, menjelaskan bahwa secara umum cuaca Kalsel selama sepekan ke depan diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang.
Namun, pada waktu tertentu, hujan berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

“Secara umum, kondisi cuaca Kalimantan Selatan dalam satu minggu ke depan diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” terang Rianita dalam laporan prakiraan cuaca mingguan.

BMKG mencatat suhu udara di wilayah Kalsel berkisar 24–36 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 42–97 persen. Sementara itu, angin umumnya bertiup dari arah timur laut hingga barat daya dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Tabalong beserta wilayah sekitarnya.

Ancaman cuaca tersebut berlanjut pada 31 Oktober 2026. Sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Berdasarkan pembagian wilayah, Kalsel bagian utara yang meliputi Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara diprakirakan mengalami cuaca berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang selama periode prakiraan.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di wilayah selatan, khususnya Kabupaten Tanah Laut, serta wilayah barat yang mencakup Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, dan Banjarbaru.

Sementara itu, wilayah timur Kalsel yang meliputi Kotabaru dan Tanah Bumbu diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada 28–30 Oktober.

Memasuki 31 Oktober hingga 3 November 2026, kondisi cuaca di kedua kabupaten tersebut berpotensi cerah hingga berawan dengan kemungkinan hujan ringan.

Pasang Laut Maksimum Capai 3 Meter

Selain mengantisipasi cuaca ekstrem, masyarakat pesisir Kalsel juga diminta mewaspadai potensi pasang air laut maksimum yang diprakirakan mencapai 3 meter.

Di perairan Kotabaru, pasang maksimum berpotensi terjadi pada 28 Oktober hingga 1 November 2026, sekitar pukul 17.00–22.00 WITA.

Sedangkan di perairan muara Sungai Barito, pasang maksimum diprakirakan berlangsung pada 29 Oktober hingga 3 November 2026, sekitar pukul 21.00–03.00 WITA.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang bermukim maupun beraktivitas di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan perairan, terutama dalam mengantisipasi dampak kenaikan muka air laut terhadap aktivitas transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Masa Peralihan Musim Rawan Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan, masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan menjadi salah satu periode yang perlu diwaspadai karena perubahan cuaca dapat berlangsung cepat.

Cuaca panas terik pada siang hari, misalnya, berpotensi berubah menjadi hujan dengan intensitas sedang yang disertai petir dan angin kencang dalam waktu relatif singkat.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi potensi angin kencang, puting beliung, hingga hujan es yang dapat terjadi akibat dinamika atmosfer selama masa peralihan musim.

“Waspada potensi cuaca ekstrem saat memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” demikian imbauan BMKG dalam laporan tersebut.

Untuk mengurangi risiko bencana, masyarakat diminta tidak membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Apabila terjadi kabut asap, warga disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Pengendara kendaraan bermotor juga diimbau mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika jarak pandang mengalami penurunan.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan maupun di kawasan pesisir. Kewaspadaan dini diperlukan untuk meminimalkan risiko keselamatan dan dampak yang ditimbulkan oleh uaca ekstrem. (mc/kbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *