33 Peserta Pelatihan Pupuk Organik Perdalam Praktik Lapangan di PT Menteng Kencana Mas

Pelatihan Pupuk Organik Perdalam Praktik Lapangan di PT Menteng Kencana Mas. (Foto : BBPP Binuang)

Sebanyak 33 peserta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Tahun 2026 mengikuti kegiatan kunjungan lapangan ke PT Menteng Kencana Mas di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (12/8/2026).

PULANG PISAU, koranbanjar.com – Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik yang dilaksanakan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang sebagai UPT pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), dengan dukungan dan kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Kunjungan lapangan dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pembelajaran peserta melalui pengalaman langsung di lapangan. Setelah mendapatkan berbagai materi teknis selama pembelajaran di kelas, para peserta berkesempatan melihat secara langsung penerapan teknologi pengolahan limbah perkebunan serta aplikasi pupuk organik secara profesional.

Selama berada di PT Menteng Kencana Mas, peserta mempelajari berbagai aspek teknis pemanfaatan bahan organik dan limbah sawit sesuai standar industri. Para peserta mempraktikkan secara langsung tahapan teknis yang terdiri dari identifikasi bahan pupuk organik, pembuatan decomposer, pembuatan pupuk organik padat, hingga pembuatan pupuk organik cair.

Pada kesempatan tersebut, pemaparan materi disajikan oleh Rio Dwi Pernando mewakili pimpinan PT Menteng Kencana Mas bersama tim Sulung Research Station (SRS)—divisi riset dan pengembangan agronomis PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) selaku induk perusahaan. Saat pemaparan materi berlangsung, peserta diperlihatkan secara langsung spesimen vegetatif dan generatif tanaman, meliputi bunga jantan fase anthesis, bunga betina fase reseptif, Tandan Buah Segar (TBS), hingga janjang kosong sebagai bahan baku baku pupuk organik.

Selain itu, Rio memaparkan strategi praktis peningkatan produktivitas dan efisiensi kebun melalui optimalisasi pemupukan berprinsip 5 Tepat, yakni ketepatan dalam pemilihan jenis pupuk, penentuan dosis sesuai kebutuhan tanaman, pemilihan metode aplikasi yang efektif seperti tebar, benam, atau drone, penempatan pupuk di area perakaran untuk penyerapan maksimal, serta ketepatan waktu pengaplikasian sesuai fase pertumbuhan tanaman dan kondisi iklim.

Usai penerimaan materi, peserta diajak berkeliling meninjau langsung fasilitas operasional perusahaan, di antaranya unit produksi pupuk hayati (biofertilizer) serta pabrik pengolahan kelapa sawit Kanamit Mill. Sepanjang peninjauan lapangan, peserta diperlihatkan berbagai komponen dan sampel hasil pengolahan, mulai dari berondolan segar, berondolan masak, sampel fibre, sampel nut, sampel cangkang, kernel mentah dan masak, Crude Palm Oil (CPO), hingga pengelolaan final effluent, raw water, larutan abu, serta air bersih yang digunakan dalam proses operasional kebun dan pabrik.

Melalui peninjauan ini, peserta berdialog interaktif dengan praktisi perusahaan guna memperoleh wawasan mengenai tata kelola limbah, penerapan praktik terbaik (best practices), serta upaya menjaga produktivitas lahan dan keberlanjutan usaha perkebunan secara ramah lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari desain pelatihan yang mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik lapangan. Melalui kunjungan lapangan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga dapat membandingkan materi yang diperoleh selama pelatihan dengan penerapannya secara langsung di lingkungan perkebunan.

Sinergi antara BPDP dan BBPP Binuang dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit.

Melalui kegiatan kunjungan lapangan ke PT Menteng Kencana Mas, 33 peserta diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang aplikatif untuk diterapkan di wilayah kerja masing-masing, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat.

(KA/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *