Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Resmi Ditutup, 33 Peserta dari Barito Utara Siap Terapkan Ilmu di Lapangan

Penutupan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Tahun 2026. (Foto : koranbanjar.com)

Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama empat hari efektif, 10–13 Agustus 2026, di Hotel M. Bahalap, Kota Palangka Raya.

PALANGKA RAYA, koranbanjar.com – Sebanyak 33 peserta ASN dari Kabupaten Barito Utara mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam pengelolaan pupuk ramah lingkungan.

Pelatihan ini merupakan hasil sinergi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bersama Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang sebagai UPT pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Acara penutupan pelatihan pada Kamis (13/8/2026) menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pembelajaran yang memadukan teori, praktik, dan kunjungan lapangan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif mengenai regulasi dan standarisasi pupuk organik, pengantar pupuk organik, pupuk hayati, proses pengomposan, pemilahan bahan dasar dan limbah perkebunan, pembuatan pupuk organik padat dan cair, tata cara aplikasi di lapangan, hingga uji praktis kualitas pupuk organik.

Sebagai bagian dari pendalaman materi, sehari sebelum penutupan yakni pada Rabu (12/8/2026), para peserta telah mengikuti kunjungan lapangan (field trip) ke PT Menteng Kencana Mas di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai identifikasi bahan pembuatan decomposer, pembuatan pupuk padat dan cair, strategi pemupukan berprinsip 5 Tepat bersama tim Sulung Research Station (SRS), serta peninjauan ke fasilitas Kanamit Mill dan unit produksi biofertilizer.

Dalam sesi penyampaian kesan dan pesan, salah satu perwakilan peserta mengungkapkan bahwa, pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat berharga.

“Pelatihan ini berhasil menghapus stigma negatif terhadap kelapa sawit yang selama ini beredar. Kami menjadi tahu dan paham secara langsung bahwa limbah kelapa sawit justru memiliki manfaat yang sangat besar jika dikelola dengan benar. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ungkapnya.

Pelatihan ditutup secara resmi oleh Ketua Kelompok Penyelenggara Pelatihan BBPP Binuang, Susmawati, S.P., M.P., mewakili Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Andi Amal Hayat Makmur, S.P., M.Si. Dalam sambutan penutupannya, Susmawati menekankan pentingnya penyebarluasan ilmu yang telah diperoleh.

“Kami mengimbau kepada seluruh peserta agar informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang telah didapat selama pelatihan ini benar-benar disebarluaskan di lingkungan sekitar, khususnya kepada para petani kelapa sawit di wilayah kerja masing-masing,” tegas Susmawati.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Binuang, Tota Totor Naibaho, M.P., saat menyampaikan laporan penyelenggaraan mengutarakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik di Kalimantan Tengah telah berjalan dengan lancar dan sukses sesuai target.

“Tujuan utama penyelenggaraan pelatihan ini adalah sebagai wujud nyata dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM pertanian guna mendukung budidaya kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkas Tota.

Dengan ditutupnya pelatihan pada Kamis (13/8/2026), 33 peserta dari Kabupaten Barito Utara diharapkan mampu mentransfer pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di daerah masing-masing.

Keberhasilan pelaksanaan dan penutupan pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BPDP dan BBPP Binuang, dalam memperkuat sumber daya manusia perkebunan serta mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan kesejahteraan pekebun kelapa sawit.

(KA/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *