700 Pesilat Kepung Banjar, Piala Bupati Cup Bidik Bibit Atlet Masa Depan

Kejuaraan Terbuka Piala Bupati Banjar Cup Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Tahun 2026. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Sekitar 700 pesilat dari berbagai daerah di Kalimantan turun gelanggang dalam Kejuaraan Terbuka Piala Bupati Banjar Cup Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Tahun 2026.

BANJAR,koranbanjar com – Kejuaraan yang digelar Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banjar itu resmi dibuka Bupati Banjar H Saidi Mansyur di Gedung Serbaguna Indrasari, Martapura, Sabtu (8/8/2026) pagi.

Ajang tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak sekadar mengejar gelar juara, turnamen ini menjadi panggung penjaringan pesilat muda sekaligus memperluas pembinaan pencak silat lintas daerah di Kalimantan.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyambut positif perluasan cakupan kejuaraan.

Jika sebelumnya kegiatan serupa lebih banyak diikuti pesilat dari Kabupaten Banjar, tahun ini pesertanya datang dari berbagai daerah di Kalimantan.

“Alhamdulillah atas inisiatif Ketua Umum IPSI Kabupaten Banjar, Bang Irwan Bora, melalui momentum Hari Jadi Kabupaten Banjar dan Hari Kemerdekaan, kegiatan ini bisa diperluas. Bukan hanya dari Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan, tetapi juga sampai ke Kalimantan Tengah,” ujar Saidi.

Menurut Saidi, pembinaan pencak silat di Kabupaten Banjar selama ini dilakukan secara berkelanjutan.

Kejuaraan terbuka menjadi salah satu cara untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mempertemukan para pesilat dari berbagai daerah.

Ia berharap dari ajang tersebut muncul atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama daerah, bahkan menembus kompetisi tingkat nasional.

“Semangat anak-anak kita luar biasa. Mudah-mudahan mereka mempunyai optimisme untuk menjadi atlet yang baik dan tangguh, serta nantinya bisa berprestasi di tingkat daerah maupun nasional,” katanya.

Perhatian Saidi juga tertuju pada peserta usia dini. Dalam kejuaraan tersebut, atlet tidak hanya berasal dari kelompok dewasa, tetapi juga usia dini, pra-remaja dan remaja.

Menurutnya, tingginya semangat peserta usia dini menjadi sinyal positif bagi masa depan pembinaan pencak silat di Kabupaten Banjar.

“Yang paling unik adalah tingkat usia dini. Mereka sangat semangat. Tadi disampaikan, mereka sampai menangis, bukan karena sakit, tetapi karena antusiasmenya luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Banjar Irwan Bora mengatakan kejuaraan tersebut dirancang bukan semata-mata untuk mencari juara.

Menurutnya, ajang tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antarpesilat dan sarana mencari bibit potensial untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi.

“Kejuaraan ini sebenarnya untuk mencari bibit dan prestasi baru, sekaligus sebagai ajang silaturahmi sesama pesilat,” ujar Irwan Bora.

Ia menyebut jumlah peserta tahun ini mencapai sekitar 700 atlet yang tergabung dalam sekitar 20 hingga 22 kontingen.

Peserta berasal dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan serta sejumlah daerah dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Besarnya jumlah peserta, menurut Irwan, menunjukkan pencak silat masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.

“Animo masyarakat dalam kegiatan pencak silat sangat antusias. Mudah-mudahan ini menjadi momen untuk mencari bibit-bibit baru yang bisa membawa nama daerah masing-masing, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Irwan menegaskan pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari budaya yang harus terus dilestarikan.

Karena itu, pembinaan generasi muda dinilai penting agar olahraga tradisional tersebut tetap memiliki regenerasi.

Ia berharap Piala Bupati Banjar Cup dapat berkembang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya, termasuk dengan semakin banyak melibatkan peserta dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

“Untuk ke depannya mudah-mudahan bisa lebih besar lagi. Karena tahun ini pesertanya sudah sekitar 700 dan kami memang membatasi jumlah peserta,” jelasnya.

Di sisi lain, Irwan berharap rencana pembangunan gedung olahraga oleh Pemerintah Kabupaten Banjar segera terwujud. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *