Sultan Banjar, Haji Pangeran Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah telah meresmikan Rumah Adat Banjar dan pengobatan alternatif Minyak Waras Borneo di Desa Birayang, Kecamatan Batang Alai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Senin (29/6/2026). Dalam peresmian itu, Sultan Banjar mengutip hadits Rasulullah SAW, bahwa sebaik-baik manusia itu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
KALSEL, koranbanjar.com- Sultan Banjar Haji Pangeran Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah telah meresmikan Rumah Adat Banjar Tangga Karamat 159 di Desa Birayang, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel). Rumah Adat Banjar itu juga difungsikan sebagai pusat pelayanan Pengobatan Alternatif Minyak Waras Borneo.
“Bagi Kesultanan Banjar, sebuah rumah adat bukan sekadar bangunan fisik. la adalah lambang jati diri, tempat budaya dipelihara, dan nilai-nilai spritual serta kemanusiaan yang diwariskan,” demikian diutarakan Sultan Banjar, Khairul Saleh memulai sambutannya dalam acara peresmian itu.
Dalam pantun, Sultan Banjar Khairul Saleh juga mengatakan, pergi ke hulu memukat ikan, Ikan didapat di dalam raga, rumah adat kita resmikan, warisan leluhur selalu dijaga.
Dia mengutip hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, khairun-nasi anfa’uhum linnãs. Artinya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Ath-Thabrani)
“Hadis yang mulia ini mengajarkan kepada kita bahwa kemuliaan seseorang bukan diukur dari kedudukan ataupun hartanya, melainkan dari sebesar apa manfaat yang ia berikan kepada sesama. Atas dasar itulah, Kesultanan Banjar menyampaikan penghargaan dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Kai Ahim beserta keluarga besar Pengobatan Alternatif Minyak Waras Borneo,” ucapnya.
“Kada semua orang diberikan kesempatan gasan mengabdikan dirinya demi kepentingan masyarakat (tidak semua orang membuka pintunya bagi mereka yang datang dengan harapan akan kesembuhan, red),” tuturnya.

Apa yang dilakukan Kai Ahim, imbuh Sultan, adalah sebuah bentuk pengabdian yang patut dihargai. “Kami melihat bahwa tempat ini dibangun bukan semata-mata sebagai tempat berobat, tetapi sebagai tempat menumbuhkan harapan, menguatkan semangat hidup, dan menghadirkan kepedullan kepada sesama,” katanya.
Kesultanan Banjar mendoakan, sambung dia, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, keberkahan umur, serta menjadikan setiap langkah pengabdian Kai Ahim sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
“Pantun gasan Kai Ahim, menanam padi di tengah sawah, padi menguning harum baunya. Kai Ahim menebar tuah, minyak waras nyata manfaatnya,” ucapnya yang disambut tepuk riuh dari undangan.
Namun, perlu kita yakini, ujarnya, bahwa setiap pengobatan hanyalah ikhtiar manusia. Kesembuhan yang hakiki hanyalah datang dari Allah SWT, sesuai firman-Nya dalam QS. As-Syu’ara ayat 80. Wa idza maridhtu fahuwa yasyfın. Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku.
“Banua Banjar ini adalah rumah kita bersama. Banjar, Dayak, dan suku lainnya hidup berdampingan sebagai anugerah Allah SWT. Izinkan ulun menegaskan,
Banjar dan Dayak bukanlah dua sejarah yang berjalan sendiri-sendiri. Kita adalah dua dahan satu akar yang tumbuh pada tanah yang satu yaitu pulau Kalimantan. Elok nian si burung nuri, terbang hinggap di pohon jati. Banjar Dayak teguh berdiri, seiring jalan seiring hati,” katanya.
Sebagai penutup, kata Sultan Banjar, marilah pegang teguh semboyan Kesultanan Banjar: “Baiman, Bauntung, Batuah”.
“Mari kita menjadi masyarakat yang baiman yaitu melaksanakan kehidupan yg agamis, selalu bertaqwa kepada Allah menjaga hubungan hablum minalah dan hablum minannas.Bauntung yaitu sejahtera berkecukupan lahir batin. Batuah yaitu kehidupan kita membawa keberkahan bagi keluarga masyarakat dan Banua. Burung anggang terbang tinggi, perlambang kesetiaan dan mengayomi harmonis hidup pendatang dan dayak asli menjalani kodrat berlapang hati. Rumah banjar bubungan tinggi, rumah adat keramat berkayu besi, baiman hati bauntung diri batuah banua anuegrah ilahi robbi,” tuturnya.
“Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah kita. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” tutup Sultan Banjar.
Acara khidmat ini turut dihadiri Wakil Bupati HST H. Gusti Rosyadi Elmi, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, Tuan Guru Syekh Abdus Salam Al-Makkyy Al-Baniary, para alim ulama, habaib, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.(sir)













