Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dengan jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah berlangsung panas. Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri, melontarkan teguran keras kepada General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, yang dinilainya kurang menunjukkan keseriusan saat memberikan penjelasan mengenai polemik pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Dalam forum yang digelar di ruang rapat Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan menilai sikap General Manager PLN saat menyampaikan paparan terkesan santai, bahkan beberapa kali terlihat tersenyum dan tertawa di tengah pembahasan persoalan yang menurutnya sedang menjadi perhatian besar masyarakat.
Menurut politikus PDI Perjuangan sekaligus mantan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan itu, pemadaman listrik bergilir telah menimbulkan dampak luas bagi masyarakat, sehingga pembahasannya harus dilakukan secara serius dan profesional.
“Saya ingatkan, kalau Bapak baik, kami juga akan berlaku baik. Tapi kalau Bapak kurang ajar, saya juga bisa kurang ajar,” tegas Rosehan dalam rapat tersebut, Kamis (2/6/2026) di ruang Komisi III DPRD Kalsel.
Rosehan meminta agar sikap serupa tidak kembali terulang apabila PT PLN kembali menghadiri RDP bersama DPRD Kalsel pada kesempatan berikutnya.
Ia menegaskan, yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukanlah penjelasan teknis yang bertele-tele, melainkan kepastian mengenai penyebab gangguan, langkah perbaikannya, serta target waktu penyelesaian.
“Yang ingin kami tahu sederhana. Apa yang rusak, mengapa bisa rusak, dan kapan selesai diperbaiki. Itu yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rosehan, sebagai wakil rakyat dirinya berkewajiban memastikan masyarakat memperoleh kepastian atas persoalan pemadaman bergilir yang telah berdampak pada aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga dunia usaha. Sejumlah pelaku usaha disebut mengalami kerugian akibat terganggunya pasokan listrik.
Menanggapi berbagai sorotan tersebut, General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah atas terjadinya pemadaman listrik bergilir.
Ia menyatakan PLN memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan memastikan seluruh jajaran terus bekerja maksimal untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh tim saat ini bekerja semaksimal mungkin agar kondisi sistem segera pulih,” ujar Iwan.
Dalam kesempatan itu, Iwan juga menyampaikan target PLN untuk menuntaskan proses pemulihan secara bertahap.
“Insya Allah, kami menargetkan pada akhir September kondisi sudah normal kembali dan tidak ada lagi pemadaman bergilir,” katanya.
RDP tersebut digelar sebagai bentuk fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik menyusul polemik pemadaman listrik bergilir yang dalam beberapa waktu terakhir memicu keluhan masyarakat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
DPRD Kalsel menegaskan akan terus mengawal komitmen PT PLN hingga pasokan listrik benar-benar kembali normal sesuai target yang telah disampaikan. (yon/bay)













