Mantan Istri ULY Gugat Cerai di PA, Lida Ungkap Dugaan Tak Dinafkahi hingga Perselingkuhan

Lida ketika mendaftar gugatan di Pengadilan Agama Martapura, Selasa (15/9/2026). (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Rumah tangga Lida, 22 tahun, dengan ULY yang usianya tak jauh berbeda darinya, akhirnya berada di ujung perpisahan. Lida menggugat cerai suaminya ke Pengadilan Agama (PA) Martapura, Kabupaten Banjar, setelah mengaku tidak lagi mampu mempertahankan rumah tangga yang disebutnya diwarnai berbagai persoalan.

BANJAR, koranbanjar.com – Kepada wartawan, Selasa (15/9/2026) Lida mengungkap sejumlah alasan yang mendasari keputusan tersebut. Di antaranya persoalan nafkah, dugaan perselingkuhan, tekanan mental, hingga konflik rumah tangga yang menurut pengakuannya telah berlangsung berulang kali.

Lida mengatakan, salah satu persoalan yang paling mendasar adalah dirinya merasa tidak mendapatkan nafkah sebagaimana mestinya dari ULY.

Ia juga mengaku terpukul setelah melihat ULY diduga menjalin kedekatan dengan perempuan lain dan memublikasikan foto bersama wanita tersebut di media sosial.

Menurut Lida, kondisi itu semakin memperkuat keputusannya untuk mengakhiri rumah tangga.

“Tidak dinafkahi, dugaan perselingkuhan sampai memposting foto di media sosial bersama wanita lain. Sudah berani menggandeng wanita lain dan bermesra-mesraan,” ujar Lida.

Selain persoalan tersebut, Lida mengaku selama menjalani kehidupan rumah tangga bersama ULY dirinya mengalami tekanan secara mental.

Ia menyebut ULY dinilai malas bekerja dan kurang menunjukkan rasa tanggung jawab dalam kehidupan keluarga. Kondisi tersebut, menurut Lida, membuat dirinya tidak lagi merasakan kebahagiaan dalam rumah tangga.

Lida juga mengungkap adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara verbal. Ia menyebut bentakan dan caci maki terjadi berulang kali selama menjalani kehidupan bersama.

Tidak hanya itu, persoalan rumah tangga menurut Lida bahkan telah muncul sejak awal pernikahan.

Ia mengaku merasa ada ketidakjujuran terkait persoalan jujuran atau mahar. Lida juga menyebut adanya persoalan komunikasi antara keluarga ULY dan keluarganya yang kemudian berkembang menjadi masalah dalam rumah tangga.

“Dari awal pernikahan sudah merasa dibohongi karena dari jujuran atau mahar sudah tidak ada keterbukaan,” ungkapnya.

Lida mengatakan keluarganya, terutama ayah dan ibunya, juga telah beberapa kali memberikan dukungan modal usaha. Namun, menurut pengakuannya, usaha tersebut tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Ia mengaku kecewa karena modal yang telah diberikan berulang kali disebut habis tanpa adanya keterbukaan yang memadai mengenai pengelolaannya.

Persoalan tersebut, kata Lida, semakin memperlebar jarak antara kedua keluarga.

Sudah Mantap Bercerai

Setelah berbagai persoalan tersebut, Lida mengaku telah mengambil keputusan untuk mengakhiri pernikahannya melalui jalur hukum.

Ia menegaskan tidak memiliki keinginan untuk kembali membangun rumah tangga bersama ULY.

“Siap dan tidak akan kembali lagi. Apalagi dengan orang yang sama,” tegasnya.

Meski demikian, Lida mengaku masih merasakan beban emosional atas kegagalan rumah tangga tersebut.

Terlebih, dirinya merasa tidak enak kepada kedua orang tuanya karena telah menghabiskan banyak biaya untuk mendukung kehidupan rumah tangganya.

“Ada rasa tidak enak kepada Abah dan Mama karena sudah banyak menghabiskan biaya. Kadang saya cenderung memikirkan kenapa terjadi hal seperti ini,” tuturnya.

Lida berharap proses perceraian yang kini ditempuhnya dapat segera selesai dan tidak berlarut-larut.

Ia juga meminta persoalan rumah tangga tersebut tidak berkembang menjadi saling serang melalui media sosial.

Hal itu disampaikan Lida menyusul kehidupan ULY yang selama ini cukup dikenal aktif di media sosial, khususnya TikTok.

“Harapan ke depan agar masalah ini cepat selesai, tidak berlarut-larut. Dan agar di media sosial tidak ada fitnah-fitnah dan hasutan-hasutan yang tidak benar,” katanya.

Menurut Lida, persoalan rumah tangga merupakan persoalan pribadi yang tidak sepenuhnya diketahui oleh masyarakat maupun pengguna media sosial.

Ia meminta publik tidak langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Sebab yang namanya netizen hanya tahu di luar, bukan di dalam. Ini menyangkut masalah pribadi,” ujarnya.

Ingin Menjadikan Kegagalan sebagai Pengalaman

Di tengah proses perceraian tersebut, Lida mengaku ingin menjadikan apa yang dialaminya sebagai pengalaman untuk memperbaiki kehidupan di masa mendatang.

Ia berharap dirinya dan ULY dapat melakukan introspeksi atas perjalanan rumah tangga yang telah mereka jalani.

“Harapan utama agar saling introspeksi diri, menjadikan kegagalan ini sebagai pengalaman,” katanya.

Lida juga berharap setelah seluruh proses hukum selesai, kehidupannya dapat berjalan lebih baik.

Ia berharap suatu saat mendapatkan pasangan yang dapat membimbingnya dalam agama, memberikan tuntunan yang baik, serta membangun kehidupan rumah tangga yang lebih sehat dan harmonis.

Diketahui, Lida merupakan anak tunggal dari pasangan pemilik warung makanan khas Arab di kawasan Sekumpul, Martapura.

Sementara itu, ULY dikenal aktif di media sosial, terutama TikTok. Ia juga disebut memiliki hubungan keluarga dengan salah seorang konten kreator yang cukup dikenal di platform tersebut. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *