Banjar  

PNS Pemprov Kalsel Raup Cuan dari Ternak Sapi, Soko Bandot Farm Kini Punya 70 Ekor

Heru Gustiawan asal Desa Cindai Alus Martapura untuk mengembangkan usaha di sektor peternakan sapi.(Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Menjadi aparatur sipil negara (ASN) tak menghalangi Heru Gustiawan asal desa Cindai Alus Martapura untuk mengembangkan usaha di sektor peternakan sapi.

BANJAR, koranbanjar.com – Di sela kesibukannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Perdagangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Heru justru mampu mengembangkan bisnis ternak sapi yang kini memiliki sekitar 70 ekor sapi.

Warga Cindai Alus ini telah menggeluti usaha tersebut selama kurang lebih lima tahun.

Usaha yang kini dikenal dengan nama Soko Bandot Farm itu dirintis dari nol, bahkan dengan modal awal hasil pinjaman bank.

Usaha yang dirintis sejak lima tahun lalu itu bermula dari modal pinjaman bank untuk membeli lima ekor sapi.

Heru mengaku, perjalanan membangun usaha peternakan tidak selalu mudah.

Tahun pertama menjadi fase paling berat karena harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari permodalan, perawatan hingga pengelolaan pakan.

Namun, kegigihannya membuahkan hasil. Setelah lima tahun berjalan, usaha tersebut kini menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi keluarganya.

“Saya ingin memberi contoh untuk kawan-kawan, khususnya pegawai. Ada hasil tambahan juga sebagai ruang aktivitas yang bermanfaat di sela tugas dan kewajiban sebagai PNS,” ujar Heru saat ditemui Sabtu (8/8/2026) malam.

Menurutnya, usaha sampingan dapat menjadi aktivitas produktif bagi pegawai sepanjang tidak mengganggu tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

Heru menegaskan, aktivitas beternak yang dijalaninya tidak membuatnya mengesampingkan kewajiban sebagai PNS.

Justru, ia ingin menunjukkan bahwa pegawai dapat mengembangkan kegiatan produktif yang mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga dengan tetap memegang disiplin dan integritas.

Dalam mengelola peternakannya, Heru juga menerapkan pola pemberian pakan yang menurutnya lebih efisien.

Kandang peternakan sapi milik Heru Gustiawan. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Selain rumput alami, sapi-sapinya diberikan pakan alternatif tambahan seperti ampas tahu dan tumpi jagung yang kaya protein.

Pemberian pakan alternatif tersebut dinilai mampu menghemat waktu dan tenaga dalam mencari rumput sekaligus membantu mempercepat pertumbuhan sapi.

“Pakan alami rumput tetap diberikan, tetapi lebih banyak dioplos dengan pakan alternatif tambahan. Harganya juga terjangkau,” katanya.

Menurut Heru, kualitas pakan sangat menentukan pertumbuhan dan kualitas daging sapi. Karena itu, ia berusaha menjaga komposisi pakan agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi.

Dari sekitar 70 ekor sapi yang dikelolanya, usaha Soko Bandot Farm kini memiliki perputaran modal sekitar Rp100 juta. Dalam satu periode usaha atau sekitar satu tahun, Heru menyebut hasil yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp240 juta.

“Iya, cukup lumayan. Secara kalkulasi omzet per bulan itu mencapai Rp15 juta bersih dari putaran usaha ternak sapi ini,” ungkapnya.

Sapi-sapi miliknya dipasarkan kepada berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pengusaha hingga pejabat. Sebagian lainnya juga dipasarkan untuk kebutuhan rumah potong.

Permintaan biasanya mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Iduladha. Heru menyebut permintaan sapi kurban dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Ke depan, Heru berharap usaha yang dirintisnya sejak lima tahun lalu itu terus berkembang.

Ia juga ingin kisahnya menjadi motivasi bagi rekan-rekan sesama pegawai maupun masyarakat agar berani membangun usaha secara mandiri.

Menurutnya, keberhasilan dalam berusaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga keberanian memulai, kedisiplinan, kejujuran dan konsistensi dalam menjalankannya

“Saya berharap usaha ini semakin berkembang dan maju. Mudah-mudahan bisa ditiru kawan seprofesi dan masyarakat untuk berani mengambil langkah menjadi pengusaha yang sukses, dengan tetap mengutamakan disiplin dan kejujuran,” pungkasnya. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *