Opini  

Penyuluhan dan Pelatihan Bagi Ibu Hamil; Pengolahan Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Martapura Tahun 2026

Penyuluhan dan Pelatihan Bagi Ibu Hamil; Pengolahan Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Martapura Tahun 2026. (Sumber Foto: dokpri untuk koranbanjar.com)

Stunting (kondisi tubuh pendek atau sangat pendek dibandingkan usia) tetap menjadi masalah gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kesehatan anak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.

Oleh: Yasir Farhat, S.KM., MPH., Aprianti, S.Pd., M.Pd., Niken Pratiwi, S.Gz., M.Gizi

KONDISI ini merupakan indikator status gizi kronis yang mencerminkan hambatan pertumbuhan akibat kekurangan gizi jangka panjang.

FXData stunting tahun 2026 Puskesmas Astambul Martapura menunjukkan prevalensi stunting menurun dari 33,98% pada bulan Februari menjadi 29,54% pada bulan Maret 2026.

Namun angka masih di atas angka kabupaten Banjar dan masih perlu percepatan intervensi agar mencapai target nasional.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Farhat dkk. pada Maret 2025 menemukan tingkat stunting sebesar 39% pada balita di beberapa Posyandu.

Salah satu strategi pencegahan stunting pada anak usia dini adalah memberikan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai cara yang tepat dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan dasar pangan lokal.

Sebagai pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) dengan sasaran kepada Ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Martapura.

Tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam menyiapkan makanan tambahan yang berbahan dasar pangan lokal

Bentuk kegiatan yang dilakukan, pertama adalah penyuluhan tentang stunting pada ibu hamil, dampaknya, dan cara pencegahannya.

Penyuluhan dilakukan secara kelompok dengan menggunakan metode ceramah/presentasi dan tanya jawab. Kedua pelatihan kepada ibu hamil,.

Kegiatan penyuluhan dilakukan selama 1 kali yaitu pada bulan Juni 2026 bertempat di Aula Kecamatan Astambul oleh tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.

Selanjutnya adalah pelatihan selama 2 kali pada bulan Juli 2026 kepada ibu hamil oleh yaitu praktik pembuatan makanan tambahan berbahan pangan lokal kemudian dilanjutkan demo Tim Pengabmas.

Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu hamil sebanyak 25 orang dan narasumber kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik penyuluhan dan pelatihan adalah tim Pengabdian kepada Masyarakat yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tenaga Puskesmas.

Hari pertama acara pengabdian kepada masyarakat diawali dengan acara pembukaan Bersama-sama pihak Puskesmas dan sambutan dari Ketua Tim Pengabmas Bapak Yasir Farhat, S.KM., MPH.

Acara ini dihadiri oleh tim Pengabmas, Staf Puskesmas, dan para Ibu Hamil bertempat di Aula Kecamatan Astambul.

Setelah pembukaan dilanjutkan terlebih dahulu pre-test pengetahuan baru penyampaian materi tentang Stunting oleh Ibu Niken Pratiwi, S.Gz, M.Gizi.dan setelah selesai dilanjutkan tanya jawab berkaitan dengan materi yang disampaikan.

Hari selanjutnya adalah penyampaian materi serta praktik tentang cara pengolahan makanan berbasis pangan lokal oleh Ibu Aprianti, S.Pd., M.Pd.

Setelah selesai dilanjutkan dengan tanya jawab berkaitan materi yang disampaikan.

Selanjutnya dilakukan demo kepada para ibu hamil oleh Tim Pengabmas Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan maupun pelatihan/praktek kemudian dilakukan post-test pengetahuan terhadap para ibu hamil dan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta; nilai rata-rata meningkat dari 89,2 sebelum pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan menjadi 95,6 setelahnya.

Harapannya kegiatan ini dapat dilakukan lagi dengan melibatkan para ibu hamil yang lebih banyak baik yang anaknya beresiko maupun yang tidak stunting. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *