Peningkatan Kompetensi SDM dan aparatur pendamping sektor kelapa sawit membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
PALANGKA RAYA, koranbanjar.com – Hal tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik tahun 2026 yang mempertemukan peran strategis Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang sebagai UPT Pelatihan di bawah BPPSDMP, pemerintah daerah, akademisi, serta pelaku usaha perkebunan.
Pelatihan yang diikuti oleh 33 orang peserta aparatur (ASN) dari Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, ini dilaksanakan selama empat hari efektif, mulai 10 hingga 13 Agustus 2026, di Hotel M. Bahalap, Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahun ketiga kerja sama antara BPDP dan BBPP Binuang, yang untuk pertama kalinya memperluas jangkauan pelatihan hingga ke wilayah Kalimantan Tengah guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap aparatur dalam menerapkan teknologi pupuk organik secara tepat.
Penyelenggaraan pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan, menekan biaya produksi di tengah fluktuasi harga pupuk kimia, serta mengoptimalkan pemanfaatan bahan hayati lokal di perkebunan kelapa sawit rakyat.
Seluruh rangkaian kegiatan didukung melalui pembiayaan penuh dari BPDP, sementara BBPP Binuang bertindak sebagai penyelenggara utama dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, BBPP Binuang berperan sebagai penyedia proses pembelajaran melalui Widyaiswara dan tim pelaksana pelatihan.
Pembelajaran semakin diperkuat oleh kehadiran akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang memberikan pengkayaan materi keilmuan dan pendampingan teknis.
Kolaborasi multisektor ini turut didukung oleh PT Menteng Kencana Mas Kabupaten Pulang Pisau sebagai mitra praktisi lapangan untuk lokasi kunjungan kerja (field trip).
Selama pelatihan, para peserta menerima materi komprehensif terkait regulasi dan standarisasi pupuk organik, pengantar pupuk organik, pupuk hayati, hingga prinsip proses pengomposan.
Selain itu, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai pemilahan bahan dasar dan pemanfaatan limbah perkebunan, praktik pembuatan pupuk organik padat dan cair, tata cara aplikasi pupuk di lapangan, hingga metode uji praktis kualitas pupuk organik.
Secara keseluruhan, komposisi fasilitator pelatihan terdiri atas unsur BBPP Binuang, akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta praktisi dari PT Menteng Kencana Mas dan tim Sulung Research Station (SRS).
Sinergi lintas lembaga ini menjadi pilar penting untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan peserta melalui pendekatan yang lebih komprehensif.
Keterlibatan BPDP dalam pembiayaan, BBPP Binuang dalam penyelenggaraan, akademisi ULM dalam penguatan materi teknis, serta PT Menteng Kencana Mas dalam berbagi pengalaman praktik perkebunan membuktikan bahwa penguatan kompetensi SDM sawit memerlukan kerjasama yang terintegrasi.
Melalui sinergi tersebut, Pelatihan pembuatan dan aplikasi lupuk organik diharapkan mampu membekali 33 peserta dengan pengetahuan dan keterampilan aplikatif, untuk diterapkan di wilayah kerja masing-masing, sehingga mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.
(KA/rth)






