Salah satu sineas asli banua bersama laung kuning serta komunitas lainnya, membuat sebuah karya film lokal bernuansa horor dan petualangan anak berjudul Misteri Rumah Puang.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Meski lokasi syuting atau pengambilan gambar semuanya dilakukan di Kalimantan Selatan, akan tetapi peralatan yang digunakan sudah berstandar Hollywood.
Hal itu disampaikan langsung oleh Produser film Misteri Rumah Puang, Muhammad Yusuf, meski film ini merupakan karya anak lokal dan film lokal tidak menutup kemungkinan dapat juga ditayangkan di XXI atau secara nasional.
“Film ini film lokal tapi bagaimana caranya karya ini merupakan kualitas yang terbaik, dengan apa? Dengan alat kamera Alexa yang bisa dikatakan sudah standarnya Hollywood lah,” katanya.
“Dan peralatan yang kita gunakan ini nanti kita tayangkan di KCM, tidak menutup kemungkinan juga dapat ditayangkan di XXI, karena standar mereka adalah peralatan kamera, nah pembuatan film ini kameranya sudah layak dan standar,” tambahnya.
Selain itu Yusuf juga mengatakan bahwa produksi film ini meggunakan biaya sekitar Rp500 juta. Anggaran tersebut sepenuhnya berasal dari pendanaan mandiri.
“Budget atau anggaran biaya membuat film ini sekitar Rp500 juta dan dilakukan aecara mandiri,” sambungnya.
Menandai dimulainya syuting film Misteri Rumah Puang dengan target selama 10 hari kedepan, sejumlah kru film termasuk produser, sutradara, para pemain dan pendukung lainnya menggelar sarahsehan, di Jungle Coffee Banjarmasin, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Sementara menurut sutradara film Misteri Rumah Puang, Muhammad Iqbal Albanjari menjelaskan, film ini menceritakan tentang membongkar praktik kejahatan di sebuah rumah kosong.
“Petualangan anak bercerita sebuah rumah kosong yang sebenarnya di dalamnya itu bukan horor, tapi ada tindak kejahatan tapi sebelumnya ada orang hingga meninggal dunia di sana, rumah ini tepat berada di belakang dari sekolah mereka,” katanya.
Dalam pembuatan film ini juga tim produksi setidaknya telah melakukan casting ke beberapa sekolah selama tiga pekan, hasilnya ada sekitar 80 pelajar yang turut terlibat dalam film tersebut.
Selain orang lokal sutrada film juga melibatkan lima orang pemeran dari luar, dua diantaranya anak-anak dan tiga orang dewasa.
Sementara Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda mengapresiasi film ini, dirinya juga mengaku diajak dan diminta ikut ambil peran di dalam salah satu adegan film tersebut.
Selain itu dirinya juga berharap film ini menjadi tonggak awal perfilman di Banjarmasin.
“Sejauh ini kami support secara moril dulu kedatangan ke sini dan ditawari ikut main bersama pak Wali, akan kami sesuaikan dengan potensi yang kami miliki, dan apapun yang bisa bantu, sebab dalam proyek tidak serta merta APBD, karena kita banyak stakeholder dan CSR,” ungkapnya.
Selain itu menurut Ananda dengan adanya film Misteri Rumah Puang ini sebagai kado istimewa bagi Pemerintah Kota Banjarmasin menjelang peringatan Hari Jadi Kota ke-500.
Sesuai penjadwalan gala premier direncakan pada Desember 2026, dan penayangan perdana di KCM Belitung Banjarmasin.
(rth)













