Opini  

PPK “Sanitas” Poltekkes Banjarmasin: 30 Mahasiswa, 465 Produk, Menembus Pasar

Mahasiswa memperkenalkan produk sanitasi dan berinteraksi dengan masyarakat. (Sumber Foto: Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)

Dari pengembangan produk sanitasi hingga hilirisasi dan pemasaran di Care Free Day Lapangan Morjani serta kawasan Perkantoran Gubernur, mahasiswa ditempa menjadi entrepreneur muda yang siap membaca peluang.

Perancang PPK*

PROGRAM Pengembangan Kewirausahaan (PPK) “Sanitas” Poltekkes Banjarmasin memasuki fase penting: membawa inovasi mahasiswa dari ruang pembelajaran menuju pasar.

Sebanyak 30 mahasiswa terlibat sebagai peserta PPK tahun 2026.

Jumlah tersebut melampaui sasaran tenant yang direncanakan sebanyak 20 orang per tahun dan menjadi basis pembinaan menuju target minimal lima wirausaha baru mandiri setiap tahun.

Program ini dirancang untuk membangun kemampuan mahasiswa dalam mengubah kompetensi sanitasi menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Sasaran pengembangan kewirausahaan bukan sekadar menghasilkan barang, tetapi membentuk mahasiswa yang mampu mengenali kebutuhan konsumen, mengembangkan produk, mengelola usaha, melakukan promosi, membaca respons pasar, dan mengembangkan jaringan bisnis.

Dari proses tersebut telah tersedia 12 jenis/kelompok produk sanitasi dan produk pendukung dengan total 465 unit.

Produk yang dikembangkan antara lain Chlorine Diffuser, Filter Kran Penjernih Air, Bag Filter Penjernih Air, Disinfectant, ONETOKOOFC Aromaterapi

Diffuser Otomatis, TBOSS Pengharum Otomatis/Wall Diffuser, perangkap rumah kecoa/cicak, Backflow Valve, tisu basah bayi, dan tisu basah dapur.

Dari Produk ke Konsumen — Kekuatan PPK

Sanitas terlihat ketika produk tidak berhenti di meja produksi.

Proses hilirisasi dilakukan dengan membawa produk langsung ke ruang publik dan mempertemukannya dengan calon konsumen.

Pemasaran dan promosi dilaksanakan melalui kegiatan penjualan, termasuk di Care Free Day Lapangan Morjani dan kawasan Perkantoran Gubernur. Kehadiran booth “Entrepreneur Mahasiswa ‘Sanitas’ Poltekkes Banjarmasin” menjadi etalase sekaligus laboratorium bisnis.

Kegiatan pemasaran langsung menjadi praktik kewirausahaan mahasiswa. (Sumber Foto: Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)

Mahasiswa belajar menata produk, menjelaskan manfaat, berkomunikasi dengan konsumen, menerima pertanyaan, mencatat respons pasar, hingga menawarkan produk.

Pengalaman ini memberi pelajaran yang sangat berharga: produk yang baik perlu dikemas dengan komunikasi yang baik agar dipercaya dan dipilih konsumen.

Hilirisasi juga menjadi jembatan antara inovasi kampus dan kebutuhan masyarakat.

Produk sanitasi yang dikembangkan mahasiswa diarahkan untuk memiliki peluang penggunaan dan pemasaran yang nyata.

Melalui interaksi langsung di lapangan, mahasiswa dapat memperoleh umpan balik yang dapat digunakan untuk menyempurnakan produk, kemasan, strategi promosi, dan sasaran pasar.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan brand Sanitas kepada masyarakat dan memperluas peluang terbentuknya pelanggan awal.

Kolaborasi Untuk Mempercepat Usaha

Program dibangun melalui tahapan yang saling terhubung, mulai dari rekrutmen dan pembinaan mahasiswa, pelatihan kewirausahaan dan pengembangan produk, survei pasar, pemasaran, hilirisasi, hingga evaluasi dan pendampingan lanjutan.

Kolaborasi dengan industri menjadi salah satu kekuatan program. CV. Envipro CS dan CV. Sodiq Makmur dilibatkan sebagai mitra untuk memperkuat hubungan mahasiswa dengan dunia usaha/industri.

Kolaborasi tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis mengenai pengembangan produk, kebutuhan pasar, pengelolaan usaha, teknologi, dan jejaring pemasaran.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi modal untuk membangun pola pikir entrepreneur.

Mereka belajar bahwa kewirausahaan membutuhkan keberanian menguji ide, disiplin mengelola proses, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan menerima kritik dan masukan konsumen.

Bagi masyarakat, kegiatan ini menghadirkan alternatif produk sanitasi yang diperkenalkan secara langsung dan mudah dijangkau pada ruang-ruang publik.

Dengan 30 mahasiswa sebagai sasaran pembinaan, program diarahkan untuk membentuk ekosistem kewirausahaan yang aktif dan berkelanjutan.

Menuju Wirausaha Baru Mandiri

Capaian 30 peserta, 12 jenis/kelompok produk, dan 465 unit produk menunjukkan bahwa PPK Sanitas telah bergerak dari tahap peningkatan kapasitas menuju produksi, pemasaran, dan hilirisasi.

Namun perjalanan belum berhenti. Target utama berupa minimal lima wirausaha baru mandiri per tahun masih membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen usaha, peningkatan penjualan, dan pembuktian keberlanjutan usaha.

Tahap selanjutnya akan diarahkan pada penguatan kualitas dan daya saing produk, perluasan pemasaran, evaluasi respons konsumen, pengembangan jejaring industri, serta pendampingan tenant secara berkelanjutan.

Produk yang memperoleh respons pasar akan terus dikembangkan agar semakin siap dipasarkan secara lebih luas.

Care Free Day Lapangan Morjani dan kawasan Perkantoran Gubernur menjadi contoh nyata bahwa hilirisasi dapat dimulai dari ruang publik.

Di tempat inilah mahasiswa berhadapan langsung dengan pasar menguji daya tarik produk, membangun komunikasi, dan belajar mengubah perhatian konsumen menjadi peluang penjualan.

PPK “Sanitas” pada akhirnya bukan hanya tentang menjual produk sanitasi. Program ini adalah investasi pada keberanian dan kemandirian generasi muda.

Dari kampus, mahasiswa belajar menciptakan produk; dari lapangan, mereka belajar memahami konsumen; dan dari proses kewirausahaan, mereka dipersiapkan untuk menjadi pencipta peluang usaha.

Semangatnya jelas: inovasi sanitasi tumbuh, produk bergerak ke pasar, dan entrepreneur muda Poltekkes Banjarmasin siap berkembang. (dya)

*Perancang PPK: Dr. HM. Irfa’i, S.ST., MT. • Dr. Isnawati, S.KM., M.Kes. • Abdul Haris, S.KM., MT. • Sri Anum Sari, ST., M.Ling.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *