Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kampung Handil Bujur, Jalan Tembus Mantuil atau Basirih Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, terus dikebut. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menargetkan jembatan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Target tersebut disampaikan Mayjen TNI Zainal Arifin saat memberikan sambutan dalam kegiatan peresmian jembatan di wilayah tersebut di Kampung Handil Bujur, Jalan Tembus Mantuil atau Basirih Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kamis (13/8/2026)
Ia mengakui pembangunan Jembatan Perintis Garuda masih dalam proses dan membutuhkan penanganan khusus karena sejumlah kendala di lapangan.
“Memang masih proses. Saya minta waktu, dalam seminggu ini kita akan selesaikan,” ujar Zainul.
Menurutnya, salah satu kendala yang memengaruhi progres pembangunan adalah mobilisasi material. Selain itu, kondisi tanah di lokasi yang dinilai sangat dinamis membuat pembangunan membutuhkan perlakuan atau penanganan khusus.
Zaiul menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara serentak di wilayah Kodam XXII/Tambun Bungai yang meliputi Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Ia menyampaikan, secara keseluruhan terdapat 106 jembatan yang dibangun dengan tiga tipe, yakni jembatan beton, jembatan Aramco, dan jembatan perintis seperti Jembatan Perintis Garuda.
Dari total 106 jembatan tersebut, saat ini disebut tinggal enam jembatan yang belum sepenuhnya rampung. Jembatan Perintis Garuda di Kampung Handil Bujur menjadi salah satunya.
“Dari keseluruhan 106 jembatan, hanya tinggal enam jembatan saja, termasuk perintis ini yang belum kita selesaikan,” katanya.
Pangdam menargetkan seluruh pembangunan 106 jembatan tersebut dapat mencapai 100 persen pada Agustus 2026. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan penyelesaian pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
“Keterbatasan mobilisasi material dan sebagainya menjadi penghambat waktu untuk kita,” ucapnya.
Selain pembangunan jembatan, Kodam XXII/Tambun Bungai juga menjalankan program penyediaan sumber air melalui pembangunan sekitar 30 titik sumur bor yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Zainul mengatakan seluruh titik pengeboran sumur tersebut telah selesai. Program jembatan dan sumur bor, lanjutnya, juga akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya TNI untuk hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di hadapan masyarakat, Pangdam juga mengingatkan agar Jembatan Perintis Garuda yang nantinya selesai dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama. Menurutnya, perawatan menjadi tanggung jawab bersama agar jembatan memiliki usia pakai lebih panjang dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
“Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam merawat persatuan sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tuturnya.
Ia berharap dukungan dan doa masyarakat agar berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan diselesaikan sesuai target.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di kawasan Handil Bujur sendiri diharapkan dapat memperkuat akses dan mobilitas masyarakat di wilayah Jalan Tembus Mantuil atau Basirih Dalam, sekaligus mendukung aktivitas warga yang selama ini bergantung pada akses penghubung tersebut. (yon/bay)













