Dari 106 Pembangunan Jembatan Program Kodam XXII/Tambun Bungai, Tinggal Enam Belum Rampung

Wawancara Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Program pembangunan 106 jembatan yang dilaksanakan Kodam XXII/Tambun Bungai di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah memasuki tahap akhir. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengungkapkan, saat ini hanya tersisa enam jembatan yang belum sepenuhnya rampung, termasuk Jembatan Perintis Garuda di Kampung Handil Bujur, Jalan Tembus Mantuil atau Basirih Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Pernyataan tersebut disampaikan Zainul saat memberikan sambutan terkait pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kampung Handil Bujur, Jalan Tembus Mantuil atau Basirih Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kamis (13/8/2026)

Ia menargetkan seluruh 106 jembatan yang masuk dalam program tersebut dapat diselesaikan 100 persen pada Agustus 2026.

“Dari 106 jembatan, hanya tinggal enam jembatan saja, termasuk perintis ini yang belum kita selesaikan,” ujar Zainul

Menurutnya, pembangunan 106 jembatan tersebut terdiri atas tiga tipe, yakni jembatan beton, jembatan Aramco, dan jembatan perintis seperti yang dibangun di Kampung Handil Bujur.

Khusus Jembatan Perintis Garuda, Pangdam meminta waktu sekitar satu pekan untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih berlangsung.

Ia mengakui pembangunan jembatan tersebut mengalami keterlambatan. Sejumlah kendala di lapangan, terutama mobilisasi material dan kondisi tanah, turut memengaruhi proses pengerjaan.

“Saya sekali lagi mohon maaf atas keterlambatannya, tapi kita dalam seminggu ini, mudah-mudahan ini bisa selesai,” katanya.

Zainul menjelaskan, kondisi tanah di lokasi pembangunan cukup dinamis sehingga membutuhkan penanganan khusus. Selain itu, mobilisasi material juga menjadi salah satu faktor yang menghambat percepatan pembangunan.

Meski demikian, pihaknya tetap mengejar target penyelesaian seluruh program pembangunan jembatan pada Agustus 2026.

Selain pembangunan fisik, Pangdam juga meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Menurutnya, keberadaan jembatan harus dipelihara bersama agar usia pakainya lebih panjang dan manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

“Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam merawat persatuan sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tuturnya.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kampung Handil Bujur diharapkan dapat mendukung akses dan mobilitas masyarakat di kawasan Jalan Tembus Mantuil atau Basirih Dalam.

Zainul menegaskan, program pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kodam XXII/Tambun Bungai untuk terus hadir di tengah masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *