Drama 36 Jemaah Umrah Kalsel di Arab Saudi; Terlantar 4 Hari hingga Akhirnya Dipulangkan Bambang Heri Purnama

Jemaah umrah asal Kalsel yang terlantar di Madinah. (Foto: Dok. Koranbanjar.com)

Empat hari berada di Arab Saudi seharusnya menjadi bagian dari perjalanan ibadah yang penuh ketenangan. Namun, bagi 36 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan, masa tersebut justru berubah menjadi pengalaman yang menguras tenaga dan pikiran.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Kejadian ini diceritakan salah satu Anggota DPR RI, Bambang Heri Purnama kepada awak media, Kamis (6/8/2026) di Banjarmasin. Dikisahkan Bambang, mereka harus menghadapi ketidakpastian setelah tiket pesawat untuk kembali ke Indonesia ternyata tidak dapat digunakan. Sebelumnya, para jemaah juga dilaporkan meninggalkan hotel di Madinah karena biaya akomodasi disebut belum dibayarkan oleh pihak travel.

Dalam kondisi serba terbatas dan cuaca panas yang mencapai 43 hingga 45 derajat Celsius, para jemaah akhirnya terlantar selama empat hari.

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena sebagian rombongan merupakan jemaah lanjut usia. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami kelelahan hingga luka melepuh pada kaki akibat suhu panas.

Bekal makanan yang terbatas juga membuat para jemaah harus bertahan dengan kondisi seadanya sembari menunggu kepastian kepulangan.

Harapan itu akhirnya datang dari Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Bambang Heri Purnama.

Bambang yang saat itu juga berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah mengetahui kondisi para jemaah setelah menunaikan salat Jumat.

Ia kemudian memastikan langsung keadaan rombongan dan mengambil langkah untuk membantu mereka kembali ke Tanah Air.

“Saya spontan membantu karena mereka adalah warga Kalimantan Selatan yang sedang mengalami kesulitan di negara orang. Yang terpenting mereka bisa segera pulang dengan selamat,” ujar Bambang, Kamis (6/8/2026).

Sebanyak 36 jemaah tersebut berasal dari Kabupaten Balangan, Tabalong, dan Hulu Sungai Tengah (HST).

Bambang kemudian menanggung kebutuhan kepulangan para jemaah, mulai dari transportasi darat, tiket pesawat dari Madinah menuju Jakarta, akomodasi selama transit, hingga penerbangan lanjutan menuju Banjarmasin.

Rombongan akhirnya meninggalkan Madinah menggunakan Saudia Airlines menuju Jakarta.

Setelah bermalam di Jakarta, mereka kembali melanjutkan perjalanan menggunakan Citilink menuju Banjarmasin sebelum kemudian pulang ke daerah masing-masing.

Jangan Ada Lagi Jemaah Terlantar

Bambang menilai persoalan yang dialami 36 jemaah tersebut harus menjadi perhatian serius. Ia meminta Kementerian Agama bersama aparat penegak hukum mengusut dugaan kelalaian atau pelanggaran yang dilakukan pihak travel.

Menurutnya, masyarakat yang hendak menunaikan ibadah umrah harus mendapatkan perlindungan dan kepastian pelayanan sejak berangkat hingga kembali ke Tanah Air.

“Kalau memang ada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, harus diberikan sanksi sesuai ketentuan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak hanya mempertimbangkan harga ketika memilih biro perjalanan umrah.

Legalitas travel, kepastian tiket pesawat, hotel, jadwal keberangkatan dan kepulangan, serta fasilitas yang dijanjikan harus dipastikan sebelum calon jemaah melakukan pembayaran.

Bambang berharap kejadian tersebut tidak terulang kepada jemaah lainnya.

Bagi 36 jemaah asal Kalsel, perjalanan yang sempat diwarnai kecemasan itu akhirnya berujung pada kepulangan ke Tanah Air. Mereka dapat kembali ke daerah masing-masing setelah mendapat bantuan sehingga tidak lagi menghadapi ketidakpastian di negeri orang. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *