Jalan berlubang, tergenang air pasang, minim penerangan, hingga jembatan tua yang kian rapuh menjadi deretan persoalan yang dikeluhkan warga Desa Kuin Kecil, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari PKB, Habib Farhan BSA, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Rabu (3/6/2026).
BANJAR, koranbanjar.com – Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari PKB, Habib Farhan BSA, di Desa Kuin Kecil, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, tidak hanya menjadi sarana edukasi hukum bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah penyampaian berbagai aspirasi warga.
Di hadapan ratusan warga yang hadir, Habib Farhan menjelaskan pentingnya Perda tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Namun di sela kegiatan tersebut, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang hingga kini belum terselesaikan.
Keluhan terbesar datang dari sektor infrastruktur jalan. Warga mengungkapkan kondisi jalan di Desa Kuin Kecil sudah mengalami kerusakan parah selama puluhan tahun dan belum pernah mendapatkan penanganan maksimal.
Pembakal Desa Kuin Kecil, Imran, mengatakan selama ini perbaikan hanya dilakukan secara swadaya melalui dana desa dengan metode tambal sulam. Namun upaya tersebut tidak bertahan lama karena jalan kerap terendam air pasang dan hujan.
“Setiap kali air pasang dan hujan datang, material timbunan yang digunakan untuk menutup lubang kembali tergerus. Akibatnya jalan kembali rusak, berlubang dan tergenang air,” ujarnya.
Menurut Imran, kondisi tersebut sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk para pelajar yang harus melewati jalan rusak demi menuju sekolah.
“Anak-anak SD, SMP, SMA hingga PAUD harus berjibaku melewati jalan yang rusak ekstrem untuk menuntut ilmu. Ini tentu sangat memprihatinkan,” katanya.
Mendengar keluhan tersebut, Habib Farhan mengaku prihatin. Ia berjanji akan terus memperjuangkan perbaikan jalan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Saya sudah berkomunikasi dengan Dinas PUPR dan proses pengusulan sudah berjalan. Mudah-mudahan dapat segera direalisasikan sehingga jalan di Kuin Kecil bisa ditingkatkan, ditinggikan agar tidak lagi terendam air pasang, bahkan kalau memungkinkan bisa segera diaspal,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh memang memerlukan perhatian serius karena sebagian besar mengalami kerusakan yang cukup parah dan bahkan sempat menjadi sorotan di media sosial.
“Kami akan berjuang semaksimal mungkin agar aspirasi masyarakat ini bisa segera mendapatkan perhatian dan solusi,” tegasnya.
Selain jalan, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU). Mereka berharap adanya pemasangan lampu penerangan guna meningkatkan keselamatan masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.
“Kalau jalannya belum bisa diperbaiki sepenuhnya, paling tidak penerangan jalan bisa dipasang agar masyarakat lebih aman dan terhindar dari kecelakaan maupun hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap salah seorang warga.
Aspirasi lainnya datang dari sektor pertanian. Warga berharap adanya bantuan benih padi untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat yang mayoritas hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun.
Sementara itu, Hasanudin, salah satu warga, turut menyoroti kondisi jembatan kayu yang telah berusia puluhan tahun dan kini kondisinya cukup memprihatinkan.
“Kami berharap selain jalan, jembatan juga bisa mendapatkan perhatian. Jembatan ini merupakan akses penting yang menghubungkan beberapa desa seperti Puduk, Trapu, Kuin Besar dan Kuin Kecil,” katanya.
Menurut Hasanudin, rehabilitasi jembatan sangat mendesak dilakukan demi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas perekonomian masyarakat.
Pembakal Imran pun menyampaikan apresiasi atas kedatangan Habib Farhan ke desanya. Ia berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat terus diperjuangkan hingga terealisasi.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Habib Farhan. Mudah-mudahan beliau selalu diberikan kesehatan, umur panjang dan tetap amanah dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur di Desa Kuin Kecil,” pungkasnya. (yon/bay)













