Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Rais Ruhayat, S.H., kembali menegaskan pentingnya penguatan ideologi bangsa melalui kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila yang digelar di salah satu kafe di Kabupaten Barito Kuala, Minggu (26/7/2026).
BARITO KUALA, koranbanjar.com – Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin yang merupakan teman dan relasi H. Rais Ruhayat. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, membahas berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi generasi muda di era digital.
Dalam kesempatan itu, H. Rais Ruhayat menyampaikan bahwa Pancasila harus terus diperkuat sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, serta derasnya pertukaran budaya menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki pemahaman yang kokoh terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara yang dihafal di sekolah, tetapi harus menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, kita harus memastikan nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan menjadi karakter generasi muda Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan,” ujar Rais.
Ia menjelaskan bahwa revitalisasi Pancasila berarti menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Sementara aktualisasi merupakan upaya menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan nyata, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, hingga ruang digital.
Menurut politisi Fraksi PAN tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan. Karena itu, generasi muda harus mampu menunjukkan integritas, kepedulian sosial, serta kebijaksanaan dalam memanfaatkan media sosial.
“Mahasiswa adalah kelompok yang akan menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, saya mengajak teman-teman mahasiswa untuk menjadi generasi yang kritis, berintegritas, serta mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak. Jangan sampai ruang digital justru menjadi tempat berkembangnya hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan,” katanya.
Dalam dialog tersebut, H. Rais juga menyoroti berbagai tantangan aktual yang dihadapi bangsa, seperti penyebaran informasi palsu, provokasi berbasis suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), serta menurunnya sikap toleransi di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut harus dihadapi dengan memperkuat literasi digital dan semangat persatuan.
“Di era digital saat ini, kemampuan menyaring informasi menjadi sangat penting. Jangan mudah percaya dan membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Generasi muda harus menjadi pelopor literasi digital yang sehat, menjaga etika bermedia sosial, serta selalu mengedepankan semangat persatuan dalam setiap perbedaan,” tegasnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan terkait implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kampus, bermasyarakat, maupun dalam aktivitas di media sosial.
Menutup kegiatan, H. Rais Ruhayat mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman teoritis semata, melainkan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap toleran, gotong royong, menghargai perbedaan, serta aktif berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
“Revitalisasi Pancasila tidak boleh berhenti pada forum-forum diskusi seperti ini. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengamalkannya dalam tindakan nyata. Jika generasi muda mampu menjaga nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong, maka kita telah ikut menjaga masa depan Indonesia agar tetap bersatu, berdaulat, adil, dan sejahtera,” pungkasnya. (bay)













