Peristiwa mobil terbakar termasuk dua buah sepeda motor di Jembatan Alalak, Rabu (20/5/2026), telah ditangani pihak Satlantas Polresta Banjarmasin.
BANJARMASIN, Koranbanjar.com – “Dalam peristiwa melibatkan sepeda motor yang diduga memotong arus lalu lintas,” kata Wakasat Lantas Polresta Banjamasin, AKP R Joko S.
Ia katakan, informasi yang menyebut mobil melawan arus tidak benar.
Mobil dikemudikan OZ diketahui melaju dari arah Banjarmasin menuju Kabupaten Barito Kuala (Batola) dalam jalur yang benar.
“Mobil itu satu arah menuju Batola. Jadi bukan melawan arus. Yang terjadi ada sepeda motor beriringan diduga memotong arus, lalu terjadi tabrakan,” jelas Joko,
Setelah benturan terjadi, sepeda motor diduga terjatuh dan tergelincir di jalan.
Gesekan yang terjadi memunculkan percikan api hingga menyebabkan kebakaran di lokasi kejadian.
Api kemudian membakar mobil di titik tengah jembatan. Dalam kondisi panik, pengemudi mobil memutar arah kendaraan melalui akses kecil di median jembatan menuju arah Banjarmasin.
Wakasat menegaskan manuver tersebut bukan aksi melawan arus, melainkan upaya menyelamatkan diri setelah kebakaran terjadi.
Pihak kepolisian menduga kecelakaan dipicu faktor human error atau kelelahan pengemudi.Namun hingga kini belum ditemukan indikasi pengemudi dalam kondisi mabuk berat.
“Kalau mabuk berat tentu sangat membahayakan dan biasanya tidak mampu mengemudi dengan baik.
Sampai saat ini tidak ada keterangan mengarah ke sana,” tambahnya.
Untuk kondisi korban pengendara sepeda motor, polisi menyebut masih dalam pendataan karena korban diduga mengalami trauma.
Sementara penumpang mobil dilaporkan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Mobil yang terbakar diketahui ditumpangi warga Banjar. Salah satu penumpang perempuan hanya mengalami luka ringan pada bagian kaki.
(Ing/rth)













