Sekda Kabupaten Batola Tepis Isu Pelayanan PDAM Terganggu Akibat Pemeriksaan Dugaan Korupsi

Sekda Kabupaten Barito Kuala, Zulkipli Yadi Noor didampingi Dewan Pengawas PDAM Batola saat Press Conference kepada awak media, Rabu (20/05/2026). (Foto : Ahmad Mubarak/koranbanjar.com)

Sekda Kabupaten Barito Kuala Zulkipli Yadi Noor pastikan pemeriksaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola penyertaan modal dari Pemkab Batola kepada PDAM Batola, pada tahun 2019 – 2023 oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Barito Kuala, tidak mengganggu pelayanan PDAM Batola.

BATOLA, koranbanjar.com – Hal itu disampaikan Zulkipli Yadi Noor, Rabu (20/05/2026) melalui Press Conference kepada awak media.

Zulkipli mengatakan sempat terhentinya distribusi air di Instalasi Kota Kecamatan (IKK) beberapa waktu lalu, tidak akan terjadi lagi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan manajemen PdAM Batola dan 12 IKK yang ada.

“Menurut pihak manajemen, itu sudah di antisipasi dan diperhitungkan. Kita harapkan distribusi air berjalan lancar,” ungkapnya.

Sekda Zulkipli juga menepis isu pemeriksaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola penyertaan modal, dari Pemkab Batola kepada PDAM Batola pada tahun 2019-2023 oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Barito Kuala, menghambat pembayaran gaji karyawan. Serta listrik Kantor PDAM Batola yang akan diputus karena tidak bisa membayar.

“Semua isu itu tidak benar. Gaji karyawan sudah di bayar. Listrik sudah dibayar ke PLN. Tidak ada pemutusan,” jelasnya sembari mengatakan proses yang dilakukan Kejaksaan tidak mengganggu apapun.

Sementara itu ditanya apakah ada perombakan manajemen PDAM dengan adanya perkara ini, dirinya mengatakan ini sebagai titik awal evaluasi. Evaluasi menuju Good government (tata kelola pemerintahan yang baik).

“Ini titik awal untuk melakukan evaluasi. Tapi untuk pemberhentian masih jauh. Kita juga masih memegang asa praduga tidak bersalah,” ujarnya.

Terakhir Zulkipli berpesan agar masyarakat tidak memakan isu yang tidak pasti kebenarannya.

“Kalau ada isu yang belum pasti kebenarannya, konfirmasi ke kami. Yang jelas pemerintah akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Lebih khusus PDAM, tentu distribusi air lancar,” pesannya.

Hal senada juga disampaikan Dewan Pengawas PDAM Batola, Mohammad Wahyu Adibawono. Dirinya mengatakan pihaknya berkomitmen mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Kedepan kita berusaha meningkatkan pelayanan. Kami selalu berusaha tidak akan terjadi pelayanan seperti yang lalu (IKK Marabahan) itu salah satu evaluasi kami,” ujarnya.

(max/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *