Hampir tiga tahun berlalu, namun penderitaan para siswa SDN Basirih 10 akibat jalan terendam pasang tak kunjung berakhir. Di tengah berbagai program pembangunan, akses utama menuju sekolah itu masih dibiarkan rusak dan tenggelam, seolah luput dari perhatian.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Warga Simpang Jelai, Kelurahan Mantuil, mempertanyakan lambannya penanganan akses jalan menuju SDN Basirih 10 yang hingga kini masih terendam air pasang. Padahal kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga tahun terakhir.
Menurut warga, jalan tersebut sebenarnya dibangun melalui program TMMD sekitar lima tahun lalu. Namun karena tidak dilakukan peninggian maupun pemeliharaan, badan jalan mengalami penurunan.
Akibatnya, setiap kali air sungai pasang, jalan tersebut berubah menjadi genangan yang menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
Tokoh masyarakat setempat, Sefi’i, mengatakan jalan tersebut memiliki peran penting bagi warga karena menjadi akses utama menuju sekolah dan permukiman.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Kasihan anak-anak sekolah yang setiap hari harus melewati jalan seperti itu,” ujarnya kepada koranbanjar.com, Selasa (2/6/2026) di lokasi tersebut.
Warga menilai perbaikan akses pendidikan seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan para pelajar. (yon/bay)













