Puncak HUT ke-48 MGR, Bang Qomal Tegaskan Komitmen Rawat Sejarah dan Kembangkan Minggu Raya

Malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Minggu Raya (MGR) berlangsung meriah di Panggung Minggu Raya, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (29/8/2026) malam (sumber Foto: Saukani/koranbanjar com)

Malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Minggu Raya (MGR) berlangsung meriah di Panggung Minggu Raya, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (29/8/2026) malam.

BANJAR,koranbanjar.com – Dalam kegiatan tersebut, panitia menyerahkan piala dan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival MGR, di antaranya lomba catur dan domino.

Kegiatan turut dihadiri Presiden MGR Putra Qomaluddin Attar Nurriqli, M.I.Kom, Asisten I Pemerintah Kota Banjarbaru, Wakapolres, para tokoh dan sesepuh MGR, serta sejumlah tamu undangan.

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

Selanjutnya, Presiden MGR menyampaikan sambutan yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan HUT ke-48 MGR.

Usai kegiatan, Presiden MGR Putra Qomaluddin Attar Nurriqli yang akrab disapa Bang Qomal mengatakan, peringatan HUT ke-48 sekaligus menjadi puncak dari seluruh rangkaian Festival MGR yang digelar sepanjang tahun.

“Ini merupakan puncak dari rangkaian Festival MGR. Kami berkomitmen untuk tidak melupakan sejarah sekaligus terus mengembangkannya,” ujar Bang Qomal.

Menurutnya, Festival MGR dirancang dengan tetap menghidupkan berbagai kegiatan yang sebelumnya menjadi bagian dari jejak almarhum Dewa Pahuluan.

Kegiatan tersebut mencakup bidang olahraga, seni dan budaya, lingkungan, komunikasi, hingga kegiatan sosial.

“Di dalam Festival MGR selalu kami lengkapi dengan kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan dan menjadi jejak almarhum Dewa Pahuluan. Kami berkomitmen agar rangkaian ini terus terselenggara secara konsisten hingga puncak acara,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangkaian Festival MGR tahun ini antara lain lomba catur, domino, sunatan massal, lomba puisi, serta berbagai gerakan sosial dan budaya lainnya.

Setiap tahun, kata Bang Qomal, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus mendorong sejumlah program untuk pengembangan kawasan Minggu Raya.

Beberapa di antaranya, lanjut dia, telah terealisasi, seperti pembangunan Terminal Catur yang baru serta sejumlah kegiatan lain yang mendapat dukungan anggaran.

“Sebagai anggota DPRD Banjarbaru, saya juga terus mendorong pengembangan Minggu Raya melalui pokok pikiran. Salah satunya DED Minggu Raya yang sudah terwujud. Minimal mimpi tentang Minggu Raya itu kita buat dulu desain dan perencanaannya,” katanya.

Meski demikian, Bang Qomal mengakui masih terdapat sejumlah program yang belum dapat direalisasikan tahun ini. Salah satunya rencana pembangunan panggung dan sound system yang sedianya diluncurkan bertepatan dengan malam puncak HUT MGR.

“Memang ada yang belum terwujud tahun ini. Anggaran yang kami bawa untuk panggung dan sound system seharusnya bisa kami launching pada kegiatan puncak. Namun karena keterbatasan anggaran dan persoalan administratif, hal itu belum bisa dipenuhi,” ungkapnya.

Ia berharap program tersebut tetap dapat direalisasikan pada kesempatan berikutnya.

Memasuki usia ke-48, MGR tidak hanya mencatat berbagai kegiatan dan prestasi, tetapi juga menghadirkan semangat inklusivitas dalam rangkaian kegiatannya.

Keikutsertaan penyandang disabilitas menjadi salah satu capaian penting karena menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang bagi semua kalangan tanpa membedakan keterbatasan.

“Yang pertama, dalam lomba catur kami berhasil membawa penyandang disabilitas untuk ikut berlomba dan berpartisipasi. Ini mewujudkan nilai toleransi yang besar bahwa prestasi bisa dilahirkan oleh semua orang tanpa keterbatasan,” tuturnya.

Selain itu, momentum HUT ke-48 MGR juga ditandai dengan peluncuran Sekolah Sepak Bola (SSB). Menurut Bang Qomal, keberadaan SSB tersebut merupakan salah satu rintisan yang juga telah dicita-citakan oleh almarhum Dewa Pahuluan.

“Dan hari ini SSB juga launching. Ini merupakan rintisan almarhum. Tahun ini menjadi salah satu yang terakhir kami wujudkan,” pungkasnya.

Bang Qomal menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya MGR untuk menjaga warisan sejarah.

Sekaligus memastikan Minggu Raya terus berkembang sebagai ruang olahraga, seni, budaya dan kegiatan sosial masyarakat Banjarbaru. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *