Pelatihan di Aula Kelurahan Guntung Paikat bekali masyarakat pengetahuan dan keterampilan dan akupresur sebagai upaya pendukung pengendalian tekanan darah.
BANJARBARU,koranbanjar.com – Masyarakat Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru, mendapatkan pelatihan teknik akupresur mandiri sebagai salah satu upaya pendukung dalam pengelolaan hipertensi.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 di Aula Kelurahan Guntung Paikat dengan memberikan edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung kepada peserta.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Mandiri Teknik Akupresur untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Kelurahan Guntung Paikat” tersebut dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hipertensi melalui pendekatan nonfarmakologis.
Program ini dilatar belakangi oleh tinggnya prevalensi hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan, khususnya Kelurahan Guntung Paikat, serta masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola hipertensi secara mandiri.
Pengabdian masyarakat ini menghadirkan seorang narasumber yang merupakan praktisi akupuntur sejak tahun 2013 serta saat ini masih aktif sebagai dosen tetap Jurusan Keperawatan Kemenkes Poltekkes Banjarmasin yaitu Muhammad Rasyid, S.Kep., Ns., MPH.
Narasumber mendemonstrasikan teknik akupresur, termasuk cara menemukan titik-titik akupresur yang digunakan dalam pelatihan serta teknik penekanan atau pemijatan yang benar dan aman untuk permasalahan penyakit hipertensi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga dihadiri oleh Akhmad Rizani, S.Kp., M.Kes selaku Ketua Jurusan Keperawatan dan sekaligus anggota tim pengabdian masyarakat yang berpengalaman dalam bidang hipnoterapi dan Hammad, S.Kep., Ns., M.Kep selaku anggota tim pengabdian masyarakat yang memiliki minat dalam bidang terapi komplementer.
Peserta diminta mempraktikkan teknik tersebut secara langsung dengan didampingi instruktur.
Peserta mendapatkan arahan dan koreksi apabila mengalami kesulitan dalam menemukan titik akupresur maupun melakukan teknik penekanan.
Setelah praktik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.
Peserta diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman dan kesulitan selama mengikuti praktik.
Berdasarkan laporan pelaksanaan, secara keseluruhan peserta mampu mengikuti gerakan akupresur untuk hipertensi.
Bukan Pengganti Pengobatan Medis
Tim pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menekankan bahwa teknik akupresur yang diajarkan dalam kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya nonfarmakologis pendukung dalam pengelolaan hipertensi.
Akupresur tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis yang telah diberikan tenaga kesehatan.
Pemahaman tersebut diberikan kepada peserta sejak tahap sosialisasi agar penerapan teknik akupresur tetap berada dalam kerangka pengelolaan hipertensi yang tepat.
Setelah pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan.
Peserta diarahkan untuk mempertahankan keterampilan yang telah diperoleh dan menerapkan teknik akupresur secara mandiri di rumah.
Kader kesehatan dan petugas puskesmas juga dapat dilibatkan dalam pemantauan peserta secara berkala.
Termasuk kepatuhan penerapan teknik serta pengukuran tekanan darah menggunakan alat tensi digital.
Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam pengelolaan gejala hipertensi menggunakan terapi komplementer akupresur.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup dan dapat mengambil peran aktif dalam mengelola kondisi kesehatan mereka. (dya)













