Bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Pemdes menyerahkan bantuan sembako kepada Nunuk Natiu (60), korban kebakaran rumah di RT 09 Desa Cindai Alus.
BANJAR, koranbanjar.com – Bantuan berupa kebutuhan pokok, di antaranya beras, telur, gula dan sejumlah bahan pangan lainnya, diserahkan langsung Pambakal Cindai Alus Munahar saat mengunjungi kediaman korban, Selasa (6/10/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah desa untuk memastikan kondisi korban pascakebakaran yang menghanguskan rumah tempat tinggalnya.
Peristiwa kebakaran sebelumnya menggegerkan warga sekitar pada pagi hari, sekitar pukul 10.00 Wita. Api pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang kemudian meminta bantuan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan warga, kebakaran diduga dipicu korsleting aliran listrik. Saat kejadian, Nunuk tidak berada di rumah.
Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari papan dan kayu membuat api dengan cepat membesar dan merembet. Kobaran api juga diperparah dengan keberadaan tumpukan plastik dan barang bekas yang berada di sekitar maupun di dalam rumah.
Api dapat dipadamkan kurang lebih 30 menit kemudian setelah petugas pemadam DPKP Kabupaten Banjar beserta tim relawan lain datang untuk memadamkan api.
Diketahui, Nunuk selama ini tinggal bersama cucunya. Dalam kesehariannya, ia terkadang mengumpulkan barang bekas dan berjualan kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang berharga milik korban turut hangus, termasuk dokumen penting seperti ijazah dan surat kendaraan bermotor. Dua unit sepeda motor yang masih layak pakai juga ikut terbakar.
Pihak desa belum dapat memastikan total kerugian akibat kejadian tersebut. Namun, kerugian sementara diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Pambakal Cindai Alus Munahar mengatakan, bantuan sembako yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa untuk membantu meringankan beban korban setelah kehilangan tempat tinggal dan sejumlah harta benda.
“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa sedikit membantu dan meringankan beban korban,” ujarnya.
Selain bantuan sembako, Pemdes Cindai Alus juga berencana memberikan pakaian layak pakai kepada korban.
Saat ini, pihak desa juga tengah melakukan verifikasi data korban bersama perangkat RT setempat.
Data tersebut nantinya akan dipersiapkan untuk direkomendasikan kepada BPBD Kabupaten Banjar guna mendapatkan penanganan dan bantuan lebih lanjut.
Sementara itu, Nunuk dan cucunya untuk sementara masih ditampung di rumah tetangga. Pemdes Cindai Alus masih berkoordinasi dengan RT dan pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan tempat tinggal sementara bagi korban.
Pemerintah desa berharap bantuan dan perhatian dari berbagai pihak dapat membantu korban melewati masa sulit pascakebakaran serta memenuhi kebutuhan dasar mereka selama proses pemulihan. (kan/bay)













