Pemadaman Listrik Bergilir Ganggu Produksi Usaha Frozen Food di Banjarbaru

pelaku usaha frozen food di Jalan Pondok Labu, Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kalimantan Selatan memberikan dampak besar terhadap pelaku usaha, khususnya yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga kualitas produk.

BANJARBARU,koranbanjar.com – Salah satu pelaku usaha frozen food di Jalan Pondok Labu, Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, mengaku aktivitas produksinya terganggu akibat pemadaman listrik yang berlangsung hingga enam sampai tujuh jam.

Menurutnya, durasi pemadaman yang cukup lama membuat proses pembekuan ayam menjadi jauh lebih lambat.

Bahkan, produk yang sebelumnya telah membeku kembali mencair sehingga berpotensi menurunkan kualitas hingga merusak hasil produksi.

“Dengan durasi pemadaman sampai tujuh jam seperti ini, produksi ayam yang ada di dalam freezer menjadi lambat membeku. Bahkan yang sudah beku bisa kembali mencair dan merusak hasil produksi,” ujarnya.

Ia juga mengkhawatirkan pemadaman listrik yang terus berulang dapat merusak peralatan produksi yang seluruhnya bergantung pada energi listrik.

Saat ini, usahanya menggunakan delapan unit freezer berdaya sekitar 400 watt dengan kapasitas yang terpasang 5000 KWH.

Selain itu, masih terdapat sejumlah freezer lain yang digunakan di lokasi berbeda sehingga dampak pemadaman listrik semakin besar terhadap operasional usaha.

Terkait imbauan PT PLN (Persero) agar pelanggan mengurangi penggunaan listrik, ia mengaku hal tersebut sulit diterapkan karena seluruh proses produksi bergantung sepenuhnya pada pasokan listrik.

“Tidak mungkin kami mengurangi penggunaan listrik karena seluruh alat produksi bergantung pada listrik,” katanya, yang enggan namanya dipublikasikan.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk menghemat penggunaan listrik di tengah terganggunya pasokan daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan.

Dalam pernyataan resmi (holding statement) yang dirilis Senin (27/7/2026), PLN menjelaskan penurunan kemampuan pasok listrik disebabkan gangguan generator di PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).

Kondisi tersebut menyebabkan pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi terbatas.

Untuk menjaga keamanan dan stabilitas sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur selama proses pemulihan berlangsung.

PLN juga mengimbau pelanggan untuk menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, dengan mematikan peralatan yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta menggunakan peralatan hemat energi.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses pemulihan.

Ia menegaskan seluruh personel dan sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat perbaikan unit pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal secepatnya.

Pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir telah memicu keluhan masyarakat di berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Karena mengganggu aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga kegiatan dunia usaha. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *