Semangat Kelas APHP SMKPPN Kementan, Belajar Pembuatan Bakery Bersama Guru Tamu

Pertanian adalah sektor yang sangat penting, terutama dalam menopang kemajuan ekonomi nasional. (Sumber Foto: Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru/koranbanjar.com,)

Pertanian adalah sektor yang sangat penting, terutama dalam menopang kemajuan ekonomi nasional Demi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki berkompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian memaksimalkan pendidikan vokasi.

BANJARBARU,koranbanjar.com – Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru sebagai sekolah vokasi terus berupaya menciptakan lulusan yang kompeten dan berkemampuan di bidang pertanian, serta bidang lainnya kepada peserta didiknya.

Memacu jiwa kewirausahaan dan ketrampilan siswanya, tim Kompetensi Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) kali ini menggelar pelatihan bagi siswa dengan mengudang guru tamu dari profesional.

Pelatihan bagi siswa kelas XI Tahun Ajaran 2026/2027 kali ini mengundang guru tamu, seorang chef dari Hotel Rodhita, yang merupakan hotel berbintang di Kota Banjarbaru.

Peningkatan keahlian bagi 19 siswa kelas XI ini, dilaksanakan di laboratorium pengolahan hasil di lingkup Teaching Factory SMK-PP Negeri Banjarbaru.

Pelatihan dilaksanakan selama 2 kali pertemuan yaitu Kamis, (15/10/2026) dan Senin, (19/10/2026).

Chef Rahmat dari Hotel Rodhita, memberikan pelatihan kepada siswa berbagai teknik dan tata cara pembuatan bakery, yang sesuai produk standar hotel dan layak untuk dijual ke konsumen.

Kegiatan diatas selaras dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menyatakan bahwa pendidikan vokasi pertanian tidak hanya di lembaga pendidikan.

Namun, kegiatan outing class seperti ini juga akan membuat calon petani masa depan ini tidak bosan dan kembali bersemangat setelah kembali ke sekolah.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, Siswa SMKPP dan mahasiswa Polbangtan merupakan kandidat petani milenial dan wirausahawan muda pertanian terdidik yang menjadi harapan bangsa dan negara.

“Mulai saat ini harus kita didik dan mempersiapkan dan menggenjot mental, ilmu, keterampilan dan lain-lain, agar mereka menjadi petani yang terampil, tangguh dan profesional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa Lembaga pendidikan vokasi pertanian, menurutnya, memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung dalam pembangunan sektor pertanian.

Di beberapa momen Kepala Sekolah, Angga Tri, A.P berpesan agar siswa harus yakin dengan pilihannya dengan bersekolah di SMK-PP Negeri Banjarbaru.

“Kalian harus bangga menjadi generasi penerus pertanian Indonesia. Fokus, bekerja terbaik, orieantasi hasil, menjadi pemenang,” katanya.

Ditambahkan Ketua Kompetensi Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian Dewi Anggie mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pengalaman belajar langsung di industry, sehingga siswa memperoleh ilmu serta wawasan langsung dari para profesional.

Sehingga siap bersaing di dunia kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri pengolahan hasil pertanian. (Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *