Menjelang waktu salat Jumat, warga Desa Mali-mali RT 1, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar digegerkan oleh kobaran api yang melahap 3 rumah serta membuat 1 rumah mengalami rusak berat pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
BANJAR, koranbanjar.com – Ketenangan warga Desa Mali-mali RT 1, Kecamatan Karang Intan mendadak terusik dengan teriakan api yang datang dari berbagai arah. Kobaran api menjulang ke arah langit dengan kobaran yang cukup hebat, tepat di samping salah satu Sekolah Dasar di desa setempat.
Informasi yang diperoleh koranbanjar.com, Jumat (26/26/2026), peristiwa kebakaran di Desa Mali-mali tersebut berawal dari rumah seorang janda tua, Nenek Saluh (85 tahun) yang tinggal sendirian.
Api diketahui setelah mulai membesar dari bagian belakang atau dapur rumah Nenek Saluh. Belum dapat diketahui secara jelas sebab munculnya api, namun diduga api berawal dari percikan kayu kabar di tungku api dapur rumah Nenek Saluh yang tidak menggunakan kompor. Kemudian api menjalar ke dinding dapur rumah, hingga menyebar ke seluruh bagian rumah.
Usai melahap rumah Nenek Saluh, api terus berkobar dan menjangkau rumah Pahriah yang bertetangga dengan Nenek Saluh. Lagi-lagi api menghabiskan bangunan rumah Pahriah beserta kios berisi barang dagangan, berikutnya api melahap rumah Barjam (almarhum) yang berkonstruksi kerangka bangunan kayu.

Tidak sampai di situ, kobakaran api yang terus membesar kembali “menjilat” dinding rumah Hasbi yang bertetangga dengan rumah Barjam (almarhum). Karena lokasi kebakaran tidak jauh dari sungai, belum sempat menghabiskan bangunan rumah Hasbi, warga dibantu pemadam kebakaran berhasil memadamkan api.
Akibat musibah kebakaran ini, korban menanggung kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut salah satu warga setempat, Yohanadi, kerugian yang dialami Nenek Saluh ditaksir antara Rp80 hingga Rp100 juta, sedangkan Pahriah ditaksir menanggung kerugian hampir Rp200 juta, karena selain rumah, kios yang berisi dagangan pakan ikan juga hangus terbakar.
Sementara, bangunan rumah Barjam (almarhum) yang hanya berbentuk kerangka bangunan ditaksir mengalami kerugian berkisar antara Rp10 hingga Rp15 juta. Berikutnya rumah Hasbi yang terbakar hanya pada bagian dinding ditaksir mengalami kerugian Rp25 juta.
Atas musibah ini, warga sangat berharap bantuan dari semua pihak untuk meringankan beban para korban kebakaran, terutama harapan ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Banjar.
“Mudah-mudahan bapak Bupati Banjar melalui instansi terkait dapat membantu dan meringankan beban yang dialami para korban kebakaran. Apalagi di antara korban terdapat para janda yang memang layak untuk dibantu,” ungkap Yohanadi. (sir)












