Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak tegas terhadap perusahaan pertambangan yang terbukti merusak lingkungan hingga menyebabkan bencana banjir di Kalimantan Selatan.
BANJAR, koranbanjar.com – Pernyataan tersebut disampaikan Gibran saat berdialog dengan mahasiswa usai meninjau lokasi banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026).
“Presiden sudah tegas. Jika ada perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran, izinnya akan langsung dihentikan dan diambil alih oleh pemerintah,” ujar Gibran.
Gibran menyampaikan hal tersebut setelah mendengar aspirasi dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan yang menyoroti lemahnya pengawasan terhadap tata kelola lingkungan oleh perusahaan tambang.
Mahasiswa menilai aktivitas pertambangan turut berkontribusi terhadap terjadinya banjir akibat kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Menanggapi hal itu, Gibran menegaskan bahwa persoalan perizinan tambang menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
“Kalau ada perusahaan tambang yang masuk dalam daftar dan terbukti merusak lingkungan hingga memicu banjir, Presiden pasti menghentikan izin perusahaannya,” tegas Gibran.
Setelah meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Kabupaten Balangan dan Kabupaten Banjar serta berdiskusi dengan pejabat daerah, Gibran menilai adanya sejumlah faktor yang memicu banjir di Kalimantan Selatan.
Ia menyebut pendangkalan sungai di berbagai titik, alih fungsi kawasan sungai menjadi permukiman, aktivitas pertambangan, serta perubahan tata guna lahan sebagai penyebab utama banjir.
“Sungai-sungai di Kalsel ini mengalami pendangkalan. Ditambah lagi alih fungsi lahan, kawasan sungai jadi perumahan, masalah tambang, dan faktor lainnya,” tutur Gibran.
Gibran juga menyoroti banjir yang kembali terulang di Kabupaten Banjar dan memperkirakan air akan surut dalam waktu cukup lama.
Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk curah hujan yang masih tinggi, karena wilayah Kalimantan Selatan masih berada dalam musim penghujan berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Banjir di Kabupaten Banjar ini surutnya cukup lama. Saya prihatin. Kami akan carikan solusi, dan hari ini peninjauan juga dilakukan bersama Kepala Basarnas,” ujar Gibran.
Pemerintah, sambung Gibran, akan terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah bencana serupa terulang dan memastikan perlindungan lingkungan berjalan seiring dengan pembangunan. (bay)













