Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menyalurkan 13 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), terdiri atas tujuh unit traktor roda dua tipe rotary dan enam unit pompa air berukuran tiga inci, untuk mendukung pengembangan jagung pakan dengan target luas tanam 150 hektare.
BANJAR.koranbanjar.com – Bantuan bersumber dari APBN pemerintah pusat tersebut diserahkan di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Selasa (20/10/2026) pagi, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan budidaya jagung melalui sinergi pemerintah daerah, Dinas Pertanian, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Bupati Banjar H Saidi Mansyur yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H Ikhwansyah, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya komoditas jagung.
Ia mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga dan merawat alsintan dengan baik sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan.
“Alat ini tolong dijaga, dirawat dan dipelihara. Jangan sampai setelah diterima justru kurang perawatannya,” pesannya.
Menurut Ikhwansyah, pemanfaatan alsintan secara tepat tidak hanya membantu petani dalam kegiatan usaha tani, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung dan mendukung penguatan ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, menjelaskan bahwa program pengembangan jagung tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian dengan target luas tanam mencapai 150 hektare.
Pelaksanaannya juga mendapat pendampingan dari Polri. Adapun bantuan alsintan yang diserahkan merupakan hasil usulan Polres Banjar untuk mendukung kelompok tani di enam kecamatan.
Enam kecamatan yang menjadi sasaran pengembangan jagung tersebut meliputi Sungai Tabuk, Martapura, Simpang Empat, Sungai Pinang, Astambul, dan Mataraman.
Warsita mengatakan, pelaksanaan penanaman akan menyesuaikan kondisi cuaca. Hingga saat ini, realisasi tanam belum optimal karena Kabupaten Banjar masih menghadapi musim kemarau.
“Kalau sudah memasuki musim hujan, penanaman akan segera dilaksanakan. Persiapan lahan sudah mulai dilakukan dan bibit juga sudah tersedia,” jelasnya.
Ia berharap program ini dapat mendorong masyarakat untuk mulai mengembangkan budidaya jagung sebagai komoditas alternatif, di samping padi yang selama ini menjadi salah satu andalan sektor pertanian Kabupaten Banjar.
Menurut Warsita, apabila pengembangan jagung mampu memberikan hasil yang menjanjikan, minat petani untuk membudidayakan komoditas tersebut berpotensi meningkat.
Dengan demikian, perluasan areal tanam dan penambahan dukungan sarana pertanian dapat kembali diusulkan untuk menunjang pengembangan jagung pakan, serta dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Banjar. (kan/dya)













