Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, bergerak cepat sebagai langkah awal dalam upaya menangani dampak kekeringan akibat musim kemarau, yang mengancam sektor pertanian di Kabupaten Tabalong.
TABALONG, koranbanjar.com – Hal tersebut setelah dilakukannya koordinasi intensif bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong serta pelaksanaan survei lapangan, guna menyusun langkah penanganan teknis yang tepat sasaran.
Berdasarkan hasil survei penanganan di beberapa kecamatan yang terdampak, Kondisi di lapangan telah selesai panen.
Untuk pelaksanaan penanaman padi beberapa area sawah masih mengandalkan turunnya hujan, karena merupakan sawah tadah hujan kebutuhan para petani saat ini adalah ketersediaan mesin pompa air ukuran 3 dan 4 inci, beserta kelengkapan selangnya.
BWS terus berupaya menindaklanjutinya melalui pengambilan sumber air terdekat yang masih tersedia.
Selain bantuan penanganan jangka pendek, BWS Kalimantan III Banjarmasin juga berkoordinasi secara terpadu, terkait sinkronisasi program kerja dengan Dinas Pertanian setempat maupun Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU melalui BWS Kalimantan III Banjarmasin berencana mengusulkan Program Instruksi Presiden (Inpres) Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Tahap 2 pada tahun ini.
Plt Kepala BWS Kalimantan III Banjarmasin Dr. Ir. Sandi Erryanto, S.T. , M.T. menyampaikan, saat ini berkas usulan tersebut sedang dalam proses verifikasi mendalam, baik di tingkat balai maupun di tingkat pusat.
“Adapun penganggaran program ini diupayakan dapat terealisasi pada tahun anggaran ini atau paling lambat tahun depan,” katanya.
Melalui sinergi antar instansi dan penanganan yang terukur, pemerintah berharap dampak kekeringan terhadap produktivitas padi di Kabupaten Tabalong dapat diminimalkan.
(rth)









