Tim Garuda Mine Rescue yang mewakili Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang International Mine Rescue Competition (IMRC) 2026 di Zambia, Afrika Selatan, yang berlangsung pada 24 April hingga 6 Mei 2026.
TABALONG, koranbanjar.com – Dalam kompetisi rescue tambang tingkat dunia tersebut, tim Indonesia berhasil meraih Juara 2 kategori Fire Fighting setelah bersaing dengan 22 tim rescue dari sembilan negara.
Salah satu perwakilan Indonesia dalam ajang tersebut berasal dari PT Adaro Indonesia, yakni Taufik Rohman, Emergency Response & Preparedness Team Supervisor, yang dipercaya mengemban peran sebagai kapten Tim Garuda Mine Rescue.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan General Morning Talk di Public Hall PT Adaro Indonesia, Rabu (10/6/2026). Pada kesempatan itu, Taufik menyerahkan langsung penghargaan yang diterima kepada Kepala Teknik Tambang PT Adaro Indonesia, Deny Widihatmoko.
Taufik mengaku bangga atas pencapaian yang berhasil diraih tim Indonesia dalam kompetisi internasional tersebut.
“Yang pasti sangat senang dan appreciate Indonesia bisa menorehkan prestasi di ajang internasional. Ini hasil kerja keras tim dan dukungan dari semua pihak, termasuk Adaro,” ujarnya.
Di balik capaian tersebut, Taufik mengaku menghadapi tantangan besar sebagai kapten tim. Ia harus memimpin anggota yang berasal dari berbagai perusahaan dengan karakter, pengalaman, dan latar belakang berbeda.
Menurutnya, membangun kekompakan menjadi tantangan utama, terlebih seluruh anggota berada pada level pengalaman kerja yang relatif setara.
Taufik memilih lebih dulu mengamati karakter masing-masing anggota sebelum menentukan pendekatan kepemimpinan selama pelatihan maupun kompetisi berlangsung.
Pengalaman yang lebih panjang di dunia rescue menjadi modal penting bagi Taufik dalam memimpin tim Indonesia di level internasional. Kepercayaan penuh dari anggota tim juga membuat koordinasi selama kompetisi berjalan lebih baik.
“Peran kapten sangat vital karena harus bisa drive teman-teman tim dalam situasi nyata. Saat simulasi berlangsung, keputusan harus cepat diambil,” katanya.

IMRC merupakan kompetisi rescue tambang tingkat dunia yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Tahun ini menjadi kali pertama Indonesia mengirim tim untuk berlaga di ajang tersebut.
Persiapan menuju kompetisi dilakukan secara intensif tanpa hari libur. Tim Garuda Mine Rescue menjalani pemusatan latihan pada 5–18 April 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Karena arena kompetisi berlangsung di tambang bawah tanah, yakni Mopani Copper Mines (MCM) dan tambang Kansanshi milik First Quantum Minerals (FQM), Indonesia mendatangkan empat pelatih khusus dari Australia untuk memperkuat kemampuan teknis tim.
Menurut Taufik, pelatihan difokuskan pada simulasi rescue tambang bawah tanah yang memiliki tingkat tantangan berbeda dibanding tambang terbuka.
“Mereka punya tambang bawah tanah. Jadi latihan kami fokus di sana,” jelasnya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta diuji dalam berbagai kategori, mulai dari Underground Rescue, Roof Rescue, First Aid, Technical Skill, hingga Fire Fighting. Tantangan Underground Rescue menjadi kategori dengan bobot penilaian terbesar.
Keikutsertaan Indonesia untuk pertama kalinya dalam IMRC 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Tim Garuda Mine Rescue. Selain membawa pulang prestasi internasional, kompetisi tersebut membuka ruang pembelajaran baru mengenai standar rescue tambang dunia.
Bagi Taufik, pengalaman tersebut menegaskan bahwa seorang rescue harus selalu siap menghadapi berbagai situasi darurat.
“Di sana kita dibiasakan menyelesaikan tantangan dalam tekanan dan dituntut selalu siap,” tutupnya. (bay)






