Bau Busuk Diduga Limbah Bulu Ayam Kembali Hantui Lingkar Selatan Banjarmasin

Lahan milik Trio Motor di jalan raya Lingkar Selatan Kota Banjarmasin masih mengeluarkan bau busuk menyengat. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Warga kembali mengeluhkan bau busuk menyengat di kawasan Jalan Raya Lingkar Selatan, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Bau yang diduga berasal dari bekas lokasi penumpukan limbah bulu ayam di lahan milik Trio Motor itu kembali muncul dan meresahkan pengguna jalan, pekerja pergudangan, hingga warga sekitar.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Sebelumnya, lahan tersebut sempat menjadi sorotan karena diduga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab sebagai lokasi pembuangan limbah ayam dan penumpukan bulu ayam dalam jumlah besar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Minggu (24/6/2026) di sekitar lokasi bau, seorang warga pendatang berinisial MR disebut telah memanfaatkan lahan tersebut selama kurang lebih sepuluh tahun untuk usaha pengepulan bulu ayam yang dikirim ke Pulau Jawa.

Aktivitas itu diduga dilakukan hanya dengan membayar uang sekitar Rp600 ribu per bulan kepada penjaga malam di kawasan itu.

Pemilik lahan dari pihak Trio Motor akhirnya mengambil tindakan setelah menerima banyak keluhan warga terkait aroma menyengat yang diduga berasal dari limbah bulu ayam.

Tak hanya itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin juga sempat turun tangan menutup lokasi tersebut atas permintaan pemilik lahan.

Penanganan dilakukan dengan menggunakan alat berat ekskavator untuk membongkar tempat penumpukan bulu ayam dan meratakan tanah di area itu.

Dari pantauan di lapangan, lokasi bekas penumpukan sempat dibersihkan total dan ditaburi kapur untuk menghilangkan bau menyengat yang sebelumnya menyerupai bau bangkai.

Namun belakangan ini, aroma busuk kembali muncul dan dikeluhkan warga maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan Lingkar Selatan.

“Baunya muncul lagi, Pak. Kemarin sudah sempat hilang, sekarang menyengat lagi seperti bau bangkai. Sangat mengganggu kami,” ujar Rina, salah satu warga yang kerap berbelanja di minimarket dekat lokasi tersebut.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pekerja pergudangan di sekitar lokasi. Mereka mengaku terganggu karena aroma busuk tercium hampir setiap hari hingga menyebabkan rasa mual saat bekerja.

“Baunya luar biasa menyengat. Kami sampai merasa mual dan tidak nyaman bekerja. Kami berharap pemerintah dan Dinas Lingkungan Hidup benar-benar menuntaskan masalah ini,” ungkap salah satu pekerja.

Selain warga dan pekerja, para sopir angkutan berat yang kerap parkir di kawasan tersebut juga mengaku terganggu dengan bau menyengat yang kembali muncul.

“Beberapa hari lalu sudah tidak bau, sekarang muncul lagi. Baunya sangat menyengat seperti bangkai,” ujar Seedi, sopir tronton yang sering melintas di kawasan itu.

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin bersama pemilik lahan dapat segera melakukan penanganan permanen agar bau busuk tersebut tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, koranbanjar.com masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin maupun pihak Trio Motor terkait munculnya kembali bau menyengat tersebut. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *