Tokoh media sosial Kalimantan Selatan yang dikenal kritis dan berani menyuarakan isu publik, Babeh Aldo, mengingatkan masyarakat terkait adanya seorang oknum warga Banjarmasin berinisial SA yang diduga mengaku sebagai habib dan disinyalir melakukan penipuan.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Peringatan tersebut disampaikan Babeh Aldo melalui unggahan video pendek (short) di kanal YouTube miliknya, @BabehAldo, beberapa hari lalu. Dalam video itu, ia mengaku mendapatkan informasi dari sumber yang dipercaya serta bertemu dengan sejumlah orang yang mengaku menjadi korban.
Babeh Aldo mengimbau masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin, agar lebih berhati-hati terhadap sosok SA yang di kalangan pengikutnya kerap dipanggil Guru SA.
“Saya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. Orang ini kadang mengaku guru, kadang juga mengaku habib. Dari informasi yang saya terima, sudah ada korban,” ujar Babeh Aldo dalam video tersebut.
Menurut Babeh Aldo, selain dugaan penipuan, oknum tersebut juga disebut-sebut menyampaikan ajaran keagamaan yang dinilai tidak memiliki dasar rujukan yang jelas dalam Islam.
Ia menjelaskan, ajaran yang disampaikan SA diduga tidak merujuk pada Al-Qur’an, hadis, maupun dalil keilmuan, bahkan disebut mengklaim mendapatkan jawaban agama secara langsung tanpa dasar syariat.
“Katanya kalau ada pertanyaan agama, cukup bertanya langsung dengan Rasulullah. Ini tentu patut dipertanyakan,” ungkapnya.
Babeh Aldo menilai, klaim semacam itu berpotensi menyesatkan masyarakat dan merugikan secara moral maupun materiil, terutama bagi mereka yang minim pemahaman keagamaan dan mudah percaya terhadap simbol atau gelar keagamaan tertentu.
Ia pun mengajak masyarakat agar lebih kritis dalam memilih guru dan sumber ilmu agama, serta tidak ragu untuk melakukan klarifikasi atas ajaran yang disampaikan.
“Ilmu agama itu ada sanad dan dalilnya. Jangan mudah percaya hanya karena pengakuan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Babeh Aldo juga meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan SA agar menyampaikan informasi kepadanya guna dilakukan klarifikasi secara langsung.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SA belum dapat dihubungi dan keberadaannya belum diketahui. koranbanjar.com masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut serta membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan prinsip keberimbangan pemberitaan. (yon/bay)













