Pembelajaran seni rupa di SD Islam Terpadu (SDIT) Ukhuwah dikemas secara kreatif dan kontekstual melalui metode Life Model, dengan mengajak siswa kelas I belajar langsung memanfaatkan alam sekitar. Melalui praktik ecoprint teknik pounding, para siswa dikenalkan cara menciptakan karya seni dari daun dan tumbuhan, sehingga proses belajar terasa menyenangkan sekaligus bermakna.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Pembelajaran seni rupa berbasis praktik langsung diterapkan di SD Islam Terpadu (SDIT) Ukhuwah dan SD Islam Terpadu Ukhuwah 2 melalui kegiatan Life Model Pembelajaran Seni Rupa dengan tema Memanfaatkan Alam untuk Menghasilkan Karya Seni.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026), bertempat di Aula SD Islam Terpadu Ukhuwah dan diikuti oleh siswa kelas I dari kedua sekolah dengan antusiasme tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan pemateri sekaligus praktisi seni ecoprint, Riza Aspihany, A.Md., pelaku IKM dengan brand DDaunan Collection, yang dikenal aktif mengembangkan karya seni berbasis bahan alami.
Melalui pembelajaran ini, para siswa dikenalkan pada teknik ecoprint pounding, yaitu teknik mencetak motif menggunakan daun dan bahan alam dengan cara dipukul hingga menghasilkan pola dan warna alami pada media kain.
Metode ini dinilai mampu melatih ketelitian, kesabaran, serta kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar.
Dengan belajar langsung bersama ahlinya, para siswa tampak sangat antusias dan tertantang mengikuti setiap tahapan praktik.
Meski masih duduk di bangku kelas I, mereka mampu mengikuti proses dengan penuh semangat, mulai dari memilih daun, menyusun pola, hingga melakukan teknik pounding secara hati-hati.
Hasil karya para siswa pun menunjukkan pola dan warna yang beragam serta menarik, mencerminkan kreativitas dan imajinasi anak-anak dalam memanfaatkan kekayaan alam sebagai media seni.
Pemateri Riza Aspihany menyampaikan bahwa pengenalan seni ecoprint sejak dini dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap alam sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk anak-anak. Mereka belajar seni, belajar sabar, dan belajar mencintai alam secara langsung,” ujarnya.
Melalui kegiatan Life Model Pembelajaran Seni Rupa ini, SDIT Ukhuwah dan SDIT Ukhuwah 2 berharap proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.
Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran karakter, khususnya dalam menanamkan nilai ketekunan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. (yon/bay)












