Tumpukan Besi Baliho di Lingkar Selatan Banjarmasin Dikeluhkan Warga, Ganggu Lalu Lintas dan Rusak Pemandangan

Penampakan tumpukan besi baliho milik Budi Neon. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Tumpukan besi-besi bekas baliho milik perusahaan Budi Neon di kawasan Jalan Raya Lingkar Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Material besi yang menumpuk di tepi hingga memakan badan jalan dinilai mengganggu arus lalu lintas serta menimbulkan kesan kumuh di kawasan tersebut.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Pantauan di lokasi, Minggu, (24/5/2026) tumpukan besi terlihat berada di sisi jalan dan sebagian menjorok ke badan jalan sehingga mempersempit akses kendaraan yang melintas.

Kondisi itu membuat pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintas, terutama kendaraan berukuran besar.

Salah seorang warga sekitar bernama Jani mengatakan, tumpukan besi tersebut sudah cukup lama berada di lokasi. Namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan dari pihak terkait.

“Sudah lama menumpuk di sana, tapi belum ada penanganan. Selain mengganggu jalan, juga membuat lingkungan terlihat kumuh,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Murni, pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Ia mengaku merasa terganggu dan khawatir kondisi itu dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

“Kadang macet, kadang juga khawatir kalau ada kendaraan yang menabrak besi-besi itu karena posisinya agak ke tengah jalan,” ucapnya.

Sementara itu, seorang sopir mobil pikap bernama Budi, warga asal Landasan Ulin, mengatakan dirinya kerap melintas di jalur tersebut untuk mengangkut kebutuhan pasar dari Pelabuhan Trisakti.

Menurutnya, keberadaan tumpukan besi membuat pengendara harus ekstra hati-hati karena ruas jalan menjadi lebih sempit.

“Kalau melewati sini sering harus mengerem dan mengurangi kecepatan karena jalannya sempit akibat tumpukan besi itu,” katanya.

Menanggapi keluhan warga, pihak perusahaan Budi Neon melalui Tina mengakui tumpukan besi tersebut memang meresahkan pengguna jalan dan warga sekitar. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf serta berjanji segera melakukan pembersihan.

“Kami menyadari tumpukan besi ini mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. Kami meminta maaf dan akan segera membersihkan, termasuk besi yang berada di atas trotoar,” ujar Tina saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pihak perusahaan saat ini mulai melakukan pembersihan sambil menunggu pengepul besi tua untuk mengangkut material tersebut agar tidak lagi memakan badan jalan.

“Kami berterima kasih kepada warga yang sudah mengingatkan dan menegur. Sebelumnya kami juga pernah diingatkan, namun karena beberapa kendala pembersihan belum bisa dilakukan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Banjarmasin maupun Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin terkait keberadaan tumpukan besi tersebut dan langkah penanganannya. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *