Jalan Rusak 30 Tahun hingga Krisis Infrastruktur, Warga Sungai Tabuk Keramat Titip Harapan kepada Gusti Abidinsyah

Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Abidinsyah, di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatam Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (5/11/2026). (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Kerusakan jalan yang disebut telah berlangsung sekitar 30 tahun, ancaman banjir akibat rendahnya kawasan permukiman, hingga persoalan irigasi dan persoalan CSR perusahaan daerah menjadi sederet pekerjaan rumah pembangunan di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

BANJAR, koranbanjar.com – Berbagai persoalan tersebut disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Partai Demokrat, Gusti Abidinsyah, saat melaksanakan kegiatan reses di desa tersebut, Kamis (5/11/2026).

Kepada koranbanjar.com, Gusti Abidinsyah mengatakan, pertemuan itu bukan sekadar menjadi ruang menyampaikan keluhan, tetapi juga membuka harapan masyarakat agar persoalan pembangunan yang selama ini belum terselesaikan dapat diperjuangkan melalui kewenangan pemerintah provinsi maupun koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait.

Dirinya mengungkapkan, salah satu persoalan yang paling banyak mendapat perhatian adalah kondisi jalan desa yang telah lama mengalami kerusakan. Bahkan, menurutnya, usulan perbaikannya sudah beberapa kali disampaikan, tetapi hingga kini belum mendapatkan penyelesaian sebagaimana diharapkan masyarakat.

“Jalan ini sudah mengalami kerusakan sekitar 30 tahun. Usulannya juga sudah beberapa kali disampaikan, mungkin sampai tiga kali. Karena itu, kami berharap ada perhatian dan tindak lanjut nyata dari pemerintah,” ungkap Gusti Abidinsyah.

Selain jalan, kata Abidinsyah, kondisi geografis Sungai Tabuk Keramat yang relatif rendah membuat kawasan tersebut rentan terdampak genangan dan banjir. Karena itu, ia menilai peningkatan jalan harus memperhatikan ketinggian badan jalan agar pembangunan tidak hanya bersifat sementara.

“Persoalan irigasi yang belum diperbaiki juga menjadi aspirasi masyarakat. Saya berharap pemerintah dapat melakukan peninjauan dan penanganan terhadap saluran irigasi yang membutuhkan perbaikan,” harapnya.

Di sektor pelayanan dasar, ia juga turut menyoroti kebutuhan dukungan terhadap dampak CSR perusahaan daerah yang berada di wilayah Desa Sungai Tabuk Keramat. Menurutnya, terdapat dua intake yang berkaitan dengan pelayanan PTAM Intan Banjar dan PTAM Bandarmasih.

Ia berharap kedua perusahaan daerah tersebut dapat memberikan perhatian dan dukungan bagi masyarakat. Terlebih, kemampuan anggaran desa masih terbatas untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan.

“Kemampuan anggaran desa kita sangat terbatas. Karena itu, Saya berharap pimpinan PTAM Intan Banjar maupun PTAM Bandarmasih dapat memberikan bantuan dan perhatian kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain persoalan infrastruktur jalan, irigasi dan CSR, Gusti Abidinsyah juga menyampaikan adanya aspirasi masyarakat terkait program bedah rumah dan bantuan listrik gratis.

Ia berharap usulan tersebut dapat diperjuangkan agar warga yang membutuhkan memperoleh kesempatan mengakses program bantuan pemerintah.

Untuk bantuan listrik gratis, Abidinsyah berharap usulan dapat mulai diperjuangkan sejak awal tahun anggaran 2027, dengan tetap menyesuaikan mekanisme, persyaratan dan ketersediaan anggaran.

“Seluruh aspirasi tersebut, akan menjadi bahan perjuangan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ucapnya.

Harapan agar pembangunan desa mendapat perhatian lebih luas juga disampaikan Kepala Desa Sungai Tabuk Keramat, H Sofyan.

Dirinya sangat mengapresiasi kedatangan Gusti Abidinsah dan berharap aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut dapat diperjuangkan untuk mendorong kemajuan desa.

Menurut Sofyan, pembangunan desa tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur fisik. Penguatan bidang keagamaan, pengembangan desa, ekonomi kreatif, perluasan jaringan kerja sama, serta pendidikan juga perlu mendapat perhatian.

“Alhamdulillah, kami berharap dengan kedatangan Bapak Gusti Abidinsyah ini dapat membawa kemajuan bagi desa kami ke depan, terutama dalam bidang agama, pembangunan desa, ekonomi kreatif, jaringan kerja sama, dan pendidikan,” tuturnya.

Sofyan berharap wakil rakyat di tingkat Provinsi dapat membantu menghubungkan kebutuhan desa dengan program-program pemerintah yang relevan, sehingga potensi dan kebutuhan masyarakat memperoleh perhatian lebih luas.

“Mudah-mudahan aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan kegiatan reses, tetapi dapat diperjuangkan hingga memperoleh tindak lanjut,” harap Sofyan.

Apresiasi serupa disampaikan tokoh masyarakat setempat, Muhammad Rifani. Ia mengucapkan terima kasih atas kedatangan Gusti Abidinsyah karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah provinsi.

Menurut Rifani, kesempatan bertemu langsung dengan anggota DPRD Provinsi menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan yang selama ini membutuhkan perhatian.

“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan beliau. Selama ini belum ada kesempatan seperti ini untuk menyampaikan langsung persoalan yang berkaitan dengan Provinsi. Alhamdulillah, hari ini kami bisa tersambung dengan beliau,” ungkap Rifani.

Ia secara khusus berharap Gusti Abidinsyah dapat mengawal usulan peningkatan jalan di wilayah mereka agar tidak sekadar menjadi aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan, tetapi benar-benar diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan.

Rifani menilai peningkatan kualitas jalan sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Ia juga berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus terjalin, sehingga persoalan pembangunan desa tetap mendapat perhatian. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *