Empat Desa di Telaga Bauntung Sampaikan Aspirasi ke DPRD Banjar, Soroti Jalan, BTS Hingga Fasilitas Pendidikan

diterima langsung Ketua DPRD Kabupaten Banjar H Agus Maulana. (Sumber Foto: Saukani/koran Banjar.com)

Camat Telaga Bauntung bersama para pambakal dari empat desa menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat kepada DPRD Kabupaten Banjar. Persoalan akses jalan, jaringan telekomunikasi, fasilitas pemadam kebakaran, pendidikan hingga pengembangan potensi wisata menjadi perhatian utama.

BANJAR,koranbanjar.com – Rombongan diterima langsung Ketua DPRD Kabupaten Banjar H Agus Maulana bersama Ketua dan Anggota Komisi I dalam rapat gabungan di lantai I Gedung DPRD Kabupaten Banjar, Rabu (4/11/2026).

Camat Telaga Bauntung Akhmad Syaukani mengapresiasi DPRD Banjar yang telah menerima dan mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah kecamatan dan pambakal.

Menurutnya, sejumlah persoalan tersebut selama ini menjadi keluhan warga di empat desa, yakni Desa Rantau Bujur, Rampah, Telaga Baru dan Lok Tanah.

“Di daerah kami, musim kemarau pun jalan perlu diperbaiki, apalagi saat musim penghujan. Akses jalan akan semakin sulit,” ujar Akhmad Syaukani usai pertemuan.

Untuk akses jalan, Akhmad menyebut panjang ruas yang menjadi perhatian sekitar dua kilometer. Namun, persoalan status jalan juga menjadi salah satu kendala.

“Di pinggir itu jalan kabupaten, di tengah masih jalan perusahaan. Itu yang menjadi kendala,” ungkapnya.

Lanjut Syaukani pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan perusahaan tambang. Karena perusahaan tidak menghibahkan aset tersebut.

“Kami juga meminta agar mereka melakukan penanganan ruas jalan tersebut menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsibility). Namun, hingga saat ini masih belum ada kepastian,” ungkapnya.

Ia mengatakan, persoalan lain yang cukup dirasakan masyarakat adalah keterbatasan jaringan telekomunikasi. Menurutnya, jaringan BTS masih menjadi kendala, terutama ketika warga berada di luar kawasan pusat Kecamatan Telaga Bauntung.

“Kalau masalah sinyal biasanya, di kecamatan itu cuma ada di dalam lingkup kecamatan. Begitu keluar kecamatan, susah,” katanya.

Selain akses jalan dan jaringan komunikasi, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan sarana penanggulangan kebakaran dan ketersediaan air bersih.

Akhmad  Syaukani menyebut, saat musim kemarau panjang dan terjadi karhutla, masyarakat sempat mengalami kekurangan air bersih. Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya peralatan pemadam kebakaran yang dapat digunakan secara mandiri oleh warga.

“Kita juga kekurangan alat pemadaman kebakaran BPK yang portable. Sarana-sarana mandiri yang bisa digunakan masyarakat untuk melakukan pemadaman sendiri,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Banjar meminta pemerintah kecamatan menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat. Setelah dilakukan pembahasan, terdapat lima usulan yang menjadi skala prioritas untuk ditindaklanjuti.

Kelima prioritas tersebut meliputi peningkatan akses jalan dari desa menuju kecamatan, penyediaan sarana pemadam kebakaran, fasilitas pendidikan, pengembangan sektor wisata, serta sejumlah kebutuhan dasar masyarakat lainnya.

Selain infrastruktur dasar, pengembangan potensi wisata juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan. Salah satunya adalah kawasan Bukit Ilalang yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata

Ia mengatakan, kawasan tersebut sudah mulai menarik perhatian wisatawan dan sejumlah konten kreator. Namun, kondisi jalan menuju lokasi masih menjadi kendala, terutama ketika musim penghujan.

“Kalau musim penghujan jalannya agak becek, susah untuk mendaki ke sana. Kalau musim kemarau pun debunya dan jalannya berubak-lubak,” katanya.

Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan tersebut dapat menjadi perhatian DPRD dan masuk dalam pembahasan anggaran sehingga kebutuhan masyarakat di Telaga Bauntung dapat ditangani secara bertahap. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *