Banjar  

Puting Beliung Terjang 12 Desa, 56 Rumah Terdampak dan Diverifikasi BPBD Kabupaten Banjar

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha (kiri). (Sumber Foto: saukani/koranbanjar.com)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar bergerak cepat menangani dampak bencana angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah dalam tiga hari terakhir ini.

BANJAR, koranbanjar.com – Berdasarkan data terbaru BPBD Kabupaten Banjar hingga Senin sore, bencana tersebut berdampak pada 12 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Martapura Timur, Astambul, Karang Intan, Mataraman, Sambung Makmur dan wilayah Karang Intan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan dari hasil pendataan sementara terdapat 56 bangunan atau rumah terdampak, dengan jumlah penghuni mencapai 58 kepala keluarga (KK).

Perbedaan jumlah rumah dan KK tersebut terjadi karena terdapat sejumlah rumah yang dihuni lebih dari satu KK.

“Kalau data update sampai sore ini, ada 56 bangunan atau rumah terdampak dengan 58 KK. Ada beberapa rumah yang dihuni dua KK,” ujar Wasis saat ditemui pada Senin(28/9/2026) sore.

Salah satu wilayah dengan jumlah rumah terdampak cukup banyak berada di kawasan Pingaran Ulu. Selain rumah warga, angin puting beliung juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan fasilitas pendidikan.

Beberapa fasilitas yang terdampak di antaranya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), bangunan masjid, serta satu unit gudang.

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kabupaten Banjar telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut berupa bahan pangan atau sembako, terpal untuk menutup bagian atap rumah yang mengalami kerusakan, serta bantuan sandang.

Penyerahan bantuan secara simbolis sebelumnya dilakukan oleh Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi menyerahkan sejumlah bantuan logistik kepada 23 warga terdampak bencana tersebut, Minggu (27/9/2026) siang.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Wakil Bupati Banjar didampingi anggota Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Camat Astambul, pambakal, serta masyarakat setempat.

“Ini merupakan respons cepat pemerintah sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terkena musibah,” kata Wasis.

Selain penyaluran bantuan darurat, BPBD Kabupaten Banjar kini melanjutkan penanganan dengan melakukan verifikasi tingkat kerusakan rumah melalui Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR).

Tim tersebut diterjunkan ke sejumlah lokasi untuk memastikan kondisi bangunan serta mengklasifikasikan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat.

Hasil verifikasi nantinya menjadi dasar pengajuan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga terdampak kepada Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Proses verifikasi lapangan kami upayakan tuntas dalam minggu ini. Setelah itu hasil penilaian diajukan ke pemerintah daerah dan TAPD untuk proses pencairan bantuan rehabilitasi rumah warga yang terdampak,” jelas Wasis.

BPBD memastikan proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara menyeluruh agar bantuan rehabilitasi yang diberikan nantinya sesuai dengan tingkat kerusakan masing-masing rumah.

Dengan masih berlangsungnya verifikasi di lapangan, jumlah dan klasifikasi kerusakan berpotensi mengalami perubahan setelah seluruh data hasil pemeriksaan selesai dihimpun. (kan/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *