Manajemen PAM Bandarmasih Klarifikasi Alokasi Dana Rp300 Miliar, Fokus Investasi dan Operasional

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Manajemen PT Air Minum (PAM) Bandarmasih memberikan klarifikasi resmi terkait penggunaan anggaran sebesar Rp300 miliar yang sempat menjadi sorotan publik.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Alokasi dana tersebut ditegaskan bukan hanya untuk satu pos kegiatan, melainkan terbagi untuk biaya operasional pengolahan air dan investasi infrastruktur jangka panjang.

‎Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menjelaskan bahwa terdapat mispersepsi di masyarakat mengenai total anggaran tersebut.

Ia merincikan bahwa dana ratusan miliar tersebut dialokasikan secara bertahap hingga tahun 2028 untuk menjaga stabilitas layanan bagi sekitar 160 ribu pelanggan.

‎​”Realisasi anggaran tersebut sebenarnya terbagi dua, yakni untuk biaya operasional dan investasi. Dana operasional digunakan untuk proses pengolahan air bersih agar layak konsumsi,” jelas Zulbadi, Kamis (22/1/2026) di Banjarmasin.

‎​Sementara untuk dana investasi, Zulbadi menyebutkan nilainya tidak mencapai Rp300 miliar dalam satu tahun anggaran.

“Dana investasi kita berkisar antara Rp100 hingga Rp150 miliar per tahun. Dana inilah yang digunakan untuk penggantian pipa yang bocor, perbaikan pompa, penggantian aksesori distribusi, serta peralatan produksi lainnya,” tambahnya.
‎​
‎Senada dengan hal tersebut, Plt Direktur Utama PAM Bandarmasih, Syahrani, menyampaikan bahwa program peremajaan pipa ini sangat mendesak mengingat usia teknis pipa distribusi yang sudah tua di banyak titik.

‎Fokus utama dari investasi ini adalah menekan angka kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW).

‎​”Sejak program ini berjalan mulai 2025, kami mencatat penurunan angka kebocoran dari 28,78 persen menjadi 28,48 persen. Meski terlihat kecil, penurunan ini sangat berarti dalam menjaga tekanan air ke pelanggan,” papar Syahrani.

‎​Respons Terhadap Keluhan di Mantuil

Mengenai keluhan warga di wilayah Mantuil, Banjarmasin Selatan, yang mengaku kerap mengalami kemacetan distribusi air pada jam sibuk, manajemen berjanji akan segera bertindak.

‎Zulbadi menegaskan tim teknis akan diturunkan untuk mengecek apakah kemacetan disebabkan oleh gangguan pada pipa sekunder atau kendala tekanan dari pusat.

‎​”Untuk tahun 2026, kami telah mengagendakan peremajaan pipa secara besar-besaran, khususnya di wilayah Barat, mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Sutoyo S. Ini adalah bagian dari komitmen kami agar distribusi air kembali normal dan merata,” tegasnya.

‎​Sebelumnya, sejumlah warga Mantuil mengeluhkan distribusi air yang sering macet pada pagi dan sore hari. Hal ini berdampak pada aktivitas harian warga, mulai dari persiapan kerja hingga anak-anak yang terpaksa terlambat sekolah.

‎​Manajemen PAM Bandarmasih berharap masyarakat dapat memahami bahwa proses peremajaan jaringan memerlukan waktu dan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas layanan jangka panjang yang lebih sehat dan efisien bagi warga Kota Seribu Sungai. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *