Banjar  

Karhutla Banjar Makin Meluas, 1.170 Hektare Lahan Terbakar: Tiga Kecamatan Jadi Sorotan

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar com)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar terus menjadi perhatian. Hingga akhir Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 218 kejadian karhutla yang tersebar di 66 desa dan 13 kecamatan.

BANJAR,koranbanjar.com – Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan total luasan lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 1.170 hektare.

“218 kejadian karhutla, dengan lokasi terdampak di 66 desa dan 13 kecamatan. Jumlah lahan yang terbakar 1.170 hektare,” ujar Wasis. Senin 31/8/2026.

Menurutnya, angka tersebut merupakan akumulasi kejadian selama kurang lebih 40 hari pelaksanaan posko penanganan karhutla di Kabupaten Banjar.

BPBD kini mencermati adanya peningkatan kejadian di sejumlah wilayah.

Tiga kecamatan yang menjadi perhatian karena menunjukkan tren peningkatan karhutla yakni Kecamatan Gambut, Sungai Tabuk, serta Cintapuri Darusalam

Melihat perkembangan tersebut, BPBD Kabupaten Banjar melakukan sejumlah rekayasa penanganan, termasuk menggeser personel dan petugas agar lebih dekat dengan lokasi kejadian.

“Upaya penanggulangan tentunya kami juga melakukan pergeseran pasukan, pergeseran petugas untuk mendekatkan dengan kejadian,” jelasnya.

Salah satu langkah terbaru adalah menempatkan pos di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi.

Pos tersebut diharapkan dapat mempercepat akses petugas menuju titik-titik karhutla, khususnya di wilayah Gambut dan Sungai Tabuk.

“Mulai hari ini kita tempatkan satu pos di Jalan Gubernur Syarkawi. Sehingga dari Gubernur Syarkawi bisa mengakses penanganan karhutla di titik-titik Gambut dan Sungai Tabuk,” katanya.

Selain Gambut dan Sungai Tabuk, wilayah Cintapuri juga menjadi perhatian BPBD. Jarak wilayah yang cukup jauh dari pusat penanganan membuat BPBD mempertimbangkan pendirian posko di kawasan tersebut.

Wasis menyebut, saat ini penanganan wilayah Cintapuri masih berada dalam cakupan Posko Martapura Barat.

Namun, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan camat setempat untuk memproyeksikan pendirian posko yang lebih dekat dengan lokasi kejadian.

“Barangkali setelah ini, sebelum pertengahan September, kita akan coba koordinasi dengan Pak Camat di sana supaya ada satu posko yang bisa mengendalikan di sana,” ujarnya.

Selanjutnya terkait kebutuhan tambahan sarana dan prasarana, Wasis mengatakan BPBD untuk sementara akan memaksimalkan peralatan yang tersedia.

Apalagi, BPBD Kabupaten Banjar, baru saja menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar sepekan lalu.

Bantuan tersebut antara lain berupa alat pelindung diri (APD), alkon, selang, kolam portabel, serta dua unit motor trail yang akan digunakan untuk menunjang mobilitas petugas dalam penanganan karhutla.

“Sementara kita bisa maksimalkan yang ada dulu. Karena kita kemarin juga seminggu yang lalu dapat bantuan dari BNPB seperti APD, alkon, selang, kolam portabel dan dua buah motor trail untuk menunjang pelaksanaan kegiatan penanganan karhutla,” pungkas Wasis. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *