Banjar  

Jalan Vital Desa Sungai Musang Menanti Anggaran, Saidi dan Habib Umar Siap Mengawal

Dua anggota Legislatif, Habib Umar Bahasyim dan Muhammad Saidi. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Pengisian siring jalan Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, sepanjang kurang lebih 750 meter masih dinantikan masyarakat. Jalan yang menghubungkan Desa Sungai Musang dengan Desa Bakambat tersebut diharapkan mendapatkan alokasi anggaran agar akses warga yang kerap terendam air pasang dapat segera dibenahi.

BANJAR, koranbanjar.com – Anggota DPRD Kabupaten Banjar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Saidi, menyatakan akan terus mengawal anggaran untuk penanganan jalan tersebut. Pengisian siring ditargetkan dapat dilaksanakan pada awal 2027 melalui APBD Kabupaten Banjar tahun anggaran 2027.

Pernyataan itu disampaikan Saidi kepada koranbanjar.com melalui sambungan telepon, Senin (12/10/2026).

“Saya akan kawal terus anggaran untuk pengisian siring jalan Desa Sungai Musang ini,” tegas Saidi.

Rencana tersebut menjadi harapan masyarakat karena kondisi jalan yang kerap terendam air pasang telah menyulitkan aktivitas sehari-hari. Selain digunakan untuk mobilitas warga dan kegiatan pertanian, jalur tersebut juga menjadi akses penting bagi pelajar dan guru menuju sekolah.

Kades Apresiasi Pengawalan Infrastruktur

Kepala Desa Sungai Musang, Masrani, menyampaikan terima kasih kepada Muhammad Saidi dan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Habib Umar Bahasim, yang menurutnya turut mendukung dan mengawal upaya perbaikan infrastruktur di desanya.

Masrani berharap dukungan kedua wakil rakyat tersebut dapat membantu mendorong pembangunan infrastruktur yang selama ini masih membutuhkan perhatian, terutama pengisian siring jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih dan sangat berharap kepada Pak Muhammad Saidi, anggota DPRD Kabupaten Banjar, serta Habib Umar Bahasim, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, yang membackup dan mengawal perbaikan infrastruktur di desa kami,” ujar Masrani.

Ia berharap kondisi infrastruktur Desa Sungai Musang ke depan semakin baik sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih mudah.

“Mudah-mudahan infrastruktur di desa kami menjadi lebih baik, khususnya dalam pengisian siring jalan yang telah ada,” harapnya.

Pelajar Terpaksa Berjalan di Atas Siring

Persoalan jalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga, tetapi juga keselamatan pengguna jalan, khususnya pelajar.

Salah seorang warga, Fullah, mengatakan jalan bersiring itu merupakan akses yang paling mudah dan cepat bagi masyarakat untuk menuju desa tetangga maupun menjalankan aktivitas pekerjaan.

Menurutnya, ketika air pasang merendam jalan, para pelajar terpaksa berjalan di atas siring agar tetap dapat berangkat dan pulang sekolah. Para guru juga melintasi jalur yang sama untuk menjalankan kegiatan mengajar.

Fullah mengungkapkan, jalan yang berlumpur ketika terendam air kerap menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh. Kondisi tersebut membuat warga berharap pengisian siring segera dilakukan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kami berharap sesegera mungkin jalan ini diisi supaya tidak terendam lagi air pasang. Biar kami warga masyarakat Desa Sungai Musang dan para pelajar khususnya bisa melewati jalan ini dengan nyaman dan aman,” tutur Fullah.

Selain menunjang perjalanan warga dan pelajar, jalan tersebut juga dilalui dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagaimana disampaikan Masrani.

Menanti Kepastian Penganggaran

Dengan panjang sekitar 750 meter, pengisian siring jalan Desa Sungai Musang menjadi salah satu kebutuhan infrastruktur yang diharapkan masyarakat dapat segera ditangani.

Saidi menargetkan pekerjaan tersebut dilaksanakan pada awal 2027 melalui APBD Kabupaten Banjar tahun anggaran 2027. Namun, realisasinya masih bergantung pada proses penganggaran dan pelaksanaan anggaran daerah.

Masyarakat berharap pengawalan yang disampaikan para wakil rakyat dapat berlanjut hingga tahap realisasi, sehingga jalan yang menjadi tumpuan aktivitas warga itu tidak terus menjadi kendala ketika air pasang datang.

Bagi warga Desa Sungai Musang, perbaikan jalan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan kebutuhan untuk mendukung aktivitas ekonomi, kelancaran pendidikan, serta keselamatan masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *