Haul ke-166 Datu Taniran, Bupati HSS Ajak Teladani Semangat Dakwah

Bupati HSS Syafrudin Noor menghadiri Haul ke-166 Syekh H Sa'duddin atau H Muhammad Thaib (Datu Taniran), Selasa (22/7/2026) (sumber foto: Prokopim Setda HSS/koranbanjar.com)

Ribuan jamaah menghadiri Haul ke-166 Datu Taniran, Selasa (21/7/2026) pagi di Masjid As Sa’adah, Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

HULU SUNGAI SELATAN, koranbanjar.com – Bupati HSS Syafrudin Noor, Wakil Bupati Suriani, Sekretaris Daerah Muhammad Noor, menghadiri kegiatan tersebut.

Kegiatan dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan Tuan Guru H Ahmad Syairazi, Guru KH Ahmad Barmawi (Guru Kulur Rantau) bersama para habaib dan ulama.

Bupati HSS Syafrudin Noor mengatakan, Datu Taniran merupakan ulama besar yang tidak hanya meninggalkan warisan ilmu, tetapi juga keteladanan dalam berdakwah, membina umat, dan menjaga nilai-nilai keislaman.

“Melalui haul ini, kita tidak hanya mengenang jasa beliau, tetapi juga meneladani perjuangan, akhlak, dan semangat dakwah yang telah diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Syafrudin Noor.

Bupati HSS mendoakan, nilai-nilai religius tersebut terus hidup dan menjadi pedoman, dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.

Datu Taniran atau Syekh H Sa’duddin atau H Muhammad Thaib, merupakan salah satu keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan).

Sejak muda, Datu Taniran menimba ilmu agama kepada ayahnya, Mufti Muhammad As’ad, dan kepada kakek buyutnya, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Datu Taniran kemudian melanjutkan pendidikan ke Makkah (Haramain) selama kurang lebih 10 tahun, sebelum kembali ke Banjar untuk berdakwah di wilayah Taniran.

Atas permintaan masyarakat dan restu keluarganya, beliau menetap di Desa Taniran dan menjadi salah satu ulama yang berperan besar dalam menyebarkan syiar Islam di Kalsel.

(dvh/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *