Hasil Operasi Antik Intan 2026, Polres HSS Ringkus 24 Tersangka Narkoba

Konferensi pers Polres HSS hasil operasi Antik Intan 2026, Selasa (2/6/2026) di Mapolres HSS. (sumber foto: Devi/koranbanjar.com)

Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Selatan (HSS), menggelar Operasi Antik Intan pada 12 sampai 25 Mei 2026, dan berhasil mengamankan 24 tersangka dari 20 kasus peredaran narkoba.

HULU SUNGAI SELATAN, koranbanjar.com – Keseluruhan barang bukti yang diamankan berupa sabu-sabu seberat 6,01 gram.

Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam, memimpin konferensi pers, didampingi Kabagops Kompol Achmad Jarkasi, Kasatresnarkoba AKP Sarifudin, dan Kasi Humas AKP Purwadi, Selasa (2/6/2026) di Mapolres HSS.

Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam menjelaskan, pihaknya berhasil menuntaskan target yang diberikan Polda yakni pengungkapan 3 target operasi (TO).

Tahun 2026 ini berhasil diungkap 20 laporan polisi (LP), sementara tahun lalu hanya 9 LP.

“Hasil tahun ini, dibandingkan dengan tahun lalu meningkat lebih 100 persen,” ucapnya.

AKBP Awaluddin menjelaskan, pihaknya menginstruksikan Polsek jajaran juga melaksanakan operasi

Semua Polsek boleh menangkap tersangka yang berada di kecamatan mana saja se-Kabupaten HSS. Tujuannya, untuk mencegah anggota agar tidak main-main dengan narkoba.

Dibeberkannya, modus peredaran yakni kebanyakan tersangka membeli barang dari kabupaten tetangga, lalu dipecah jadi paket kecil untuk dijual ke konsumen atau pengguna di Kabupaten HSS.

“Dijual untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah, seharga 50 ribuan rupiah untuk 1 sampai 3 kali pakai,” sebut AKBP Awaluddin Syam.

Kapolres menyebutkan, semua tersangka yang diamankan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Dari 24 tersangka yang telah diamankan tersebut, 2 kasus dilakukan asesmen atau gelar bersama BNN.

Hasilnya, kasusnya dilakukan restorative justice (RJ), dan tersangka direhabilitasi.

“Setelah asesmen, tersangka merupakan pengguna saja, atau dianggap sebagai korban,” ujarnya.

Kapolres HSS mengimbau masyarakat, untuk menghindari berurusan dengan narkoba.

“Tidak ada untungnya baik dari segi ekonomi dan kesehatan. Karena narkoba akan berimbas pada anak cucu,” pungkasnya.

(dvh/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *