Harga minyak goreng di Pasar Bauntung Banjarbaru terpantau mengalami kenaikan cukup signifikan, baik dari sisi harga maupun variasi ukuran produk.
BANJARBARU,koranbanjar com – Kenaikan ini tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga mulai membebani masyarakat.
Berdasarkan pantauan di sejumlah lapak, harga minyak goreng kemasan premium mengalami lonjakan cukup signifikan, terutama untuk ukuran 2 liter, pada Selasa (28/4/2026).
Salah satunya di lapak milik Franky, minyak goreng merek Sunco dijual seharga Rp45.000, sementara merek Alif mencapai Rp43.000, Filma Rp44.000.
Bahkan, merek Bimoli untuk ukuran yang sama dibanderol hingga Rp48.000.
Franky mengungkapkan kenaikan harga ini sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kenaikan ini sudah cukup lama, sejak harga plastik naik, harga minyak goreng juga ikut naik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, stok minyak goreng kemasan ukuran 1 liter kini mulai sulit ditemukan di pasaran.
Pedagang lebih banyak hanya memiliki stok ukuran 2 liter, yang secara nominal terasa lebih berat bagi konsumen rumah tangga menengah ke bawah.
Selain minyak kemasan, minyak goreng curah juga mengalami kenaikan.
Saat ini, harga minyak goreng curah mencapai Rp20.000 per liter, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000.
Kondisi serupa juga disampaikan pedagang lainnya, Tarmini.
Ia mengatakan harga minyak goreng kemasan premium di tokonya juga mengalami kenaikan.
“Sekarang yang 2 liter seperti Filma Rp44.000, dan Sovia sampai Rp46.000,” jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga minyak goreng curah bahkan mencapai Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter.
Ia juga mengakui stok minyak kemasan ukuran kecil semakin terbatas.
“Yang ukuran 1 liter sekarang sudah jarang, kebanyakan yang tersedia hanya ukuran 2 liter,” imbuhnya.
Kenaikan harga ini turut berdampak pada masyarakat. Eko, seorang pedagang gorengan, mengaku harus menyesuaikan harga jualannya untuk menjaga margin keuntungan akibat kenaikan biaya bahan baku.
“Kalau harga minyak naik, kami juga terpaksa menaikkan harga jual,” ujarnya.
Sementara itu, Mahdalena, seorang ibu rumah tangga, mengaku harus lebih cermat dalam mengatur pengeluaran.
“Sekarang harus lebih hemat, karena harga kebutuhan pokok terus naik,” tutupnya
Selanjutnya Dinas Perdagangan dan perindustrian Kota Banjarbaru, saat dikonfirmasi mengatakan kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global.
Stok minyak goreng di Banjarbaru dinyatakan masih aman secara makro. (kan/dya)














