Gegara Suara Knalpot, Pedagang Gorengan Nekat Aniaya Tetangga Hingga Tewas

Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul R. Siregar, didampingi Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Sunardi dan Kasat Reskrim Kompol Eru Alsepa, sampaikan atas kasusnya Kamis (16/7/2026). (Foto : koranbanjar.com)

Emosi lantaran suara knalpot motor MR (33) keseharinnya pedagag gorengan, nekat aniaya tetangganya M. Angga (18) hingga tewas.

BANJARMASIN, Koranbanjar.com – Motifnya karena emosi dengar suara knalpot kendaraan korban, dan kasusnya diungkap Polsek Banjarmasin Utara dengan mengamankan pelaku.

Hal ini dibenarkan Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul R. Siregar, didampingi Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Sunardi dan Kasat Reskrim Kompol Eru Alsepa, Kamis (16/7/2026)

“Peristiwa yang terjadi di Jalan HKSN, Komplek Herlina Perkasa, Kelurahan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara, pada Jumat (10/7/2026) masalah emosi dengan suara klanpot kendaran,” tambahnya.

Dikatakan, penganiayaan dilakuan pelaku dengan menggunakan sebatang besi. Akibat pukulan yang mengenai bagian kepala, korban mengalami luka serius dan sempat dilarikan ke RSUD Ansari Saleh Banjarmasin.

Namun, setelah menjalani perawatan selama sehari, korban meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2026) subuh.

“Pada saat itu korban melintas menggunakan sepeda motor bersama istrinya di depan tempat usaha tersangka,” tambah Kombes Pol Timbul.

Menurutnya, korban tidak hanya sekali melintas, tetapi beberapa kali melewati lokasi sambil mengebut sehingga menimbulkan suara bising. Kondisi tersebut membuat pelaku tersulut emosi.

Dendam akhirnya memuncak saat melihat korban kembali melintas berboncengan dengan istrinya, pelaku langsung menghampiri dan memukul korban berulang kali, terutama pada bagian kepala.

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui pelaku dan korban merupakan tetangga.

Pelaku mengaku sudah lama merasa terganggu dengan kebiasaan korban menggeber sepeda motor di depan rumahnya pada pagi hari.

Meski keduanya sudah tidak lagi bertetangga, rasa kesal tersebut diduga masih membekas hingga akhirnya memicu aksi penganiayaan yang berujung maut.

(Ing/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *